Home / Lifstyle / Inilah Alasan Kenapa Berwisata ke Raja Ampat Sangat Mahal!
Inilah Alasan Kenapa Berwisata ke Raja Ampat Sangat Mahal!

Inilah Alasan Kenapa Berwisata ke Raja Ampat Sangat Mahal!

Kabar Lifestyle – Raja Ampat mempunyai destinasi wisata yang eksotis. Tahukah Anda berwisata ke sana begitu mahal. Berikut alasannya!

Siapa yang tidak tahu Raja Ampat? Primadona baru dari timur Indonesia ini telah mulai di kenal banyak wisatawan dalam negeri ataupun mancanegara. Tetapi sayangnya, biaya untuk berkunjung ke tempat itu masih termasuk mahal.

Pikirkan saja, untuk menikmati keindahan yang ada ditempat ini, sekurang-kurangnya wisatawan mesti merogoh kocek sekitaran Rp5 juta untuk estimasi 5-6 hari (di luar tiket pesawat pulang-pergi).

Pembangunan infrastrukur yang belum rata memanglah jadi satu diantara alasan paling utama, tingginya biaya hidup di lokasi itu.

Namun, ada kenyataan menarik lain yang di sampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat, Edi Sumarwoto.

“Infrastruktur di Raja Ampat itu masih begitu minim. Untuk pindah dari satu spot ke spot lain mesti memakai speed boat atau long boat dengan estimasi 3 jam. Bagaimana tidak mahal biayanya,” katanya, Jumat (30/9/2016).

Infrastruktur ini dapat berdampak pada pelayanan bahan bakar minyak yang ada di sekitaran lokasi. Edi mengaku, sampai detik ini belum ada pelayanan bbm dengan harga normal.

Diluar itu, kelangkaan tenaga kerja di Raja Ampat bikin biaya operasional makin mahal. Hanya satu cara yaitu dengan lakukan percepatan infrastruktur seperti, pembangunan bandara, pelabuhan, dan alat-alat angkut yang ideal.

“Tidak usah jauh-jauh ngomongin bbm. Pasokan air bersih yang ada di sini itu semua murni dari air galon. Dipasok dari Sorong dengan harga Rp50 ribu, setelah masuk Raja Ampat harga nya melambung 2 kali lipat,” tuturnya.

Lihat hal tersebut, Edi menghimbau pihak Kementerian Pariwisata untuk serius mendukung pembangunan yang berorientasikan nasional.

Menurut dia, peningkatan infrastruktur di Raja Ampat telah mulai terasa, namun pergerakannya begitu pelan lantaran belum serius.

“Mungkin “mereka” masih mementingkan daerah masing-masing. Kami merasa jadi terkotak-kotakkan serta implementasinya masih cenderung kedaerahan,” tutupnya.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369