Kabar Terkini – Penyidik Cyber Bareskrim Polri sudah mengantongi pelaku sindikat pembobol situs jual beli online. Ketiga anggota kelompok sindikat berinisial MKU (19), AL (19) dan NTM (27) adalah lulusan SMA yang sehari-hari gemar bermain game. Kedua pelaku MKU dan AL lulusan SMA. Sedangkan NTM mahasiswa yang tidak meneruskan kuliahnya. Sehari-harinya gamer.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta menyebutkan selain ketiga pelaku di atas, pihak kepolisian masih mengejar satu tersangka lainnya berinisial SH. Keempat pelaku diketahui awalnya berkenalan melalui jejaring sosial Facebook. Mempunyai kegemaran terhadap permainan yang sama membuat keempatnya dekat dan mulai menjalankan aksi pembobolan situs jual beli online.
Dari hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian menduga telah ada 400 situs yang berpotensi dapat menghasilkan uang sudah berhasil mereka jebol. Untuk menjalankan aksinya, masing-masing menjalankan tugas yang berbeda, mulai dari membobol server sampai mencari pembeli potensial. Pelaku MKU berperan menawarkan penjualan tiket pesawat melalui Facebook memakai akun Hairul Joe. MKU telah memiliki peran penting sebab mengantongi username dan password untuk masuk ke server Citilink yang diperoleh melalui menjebol situs Tiket.com bersama SH yang saat ini masih diburon.
“Pelaku melakukan login terhadap server Citilink dengan memakai username dan password milik travel agen Tiket.com yang bertujuan mendapatkan kode booking tiket pesawat Citilink untuk dijual ke pembeli. Sementara pelaku AL memasukkan data pesanan tiket pesawat Citilink dari pembeli yang selanjutnya data itu dimasukkan ke aplikasi penjualan maskapai Citilink dengan memakai username dan password milik Tiket.com. Setelah mendapatkan kode booking, selanjutnya kode akan dikirim ke pihak pembeli,” tutur Rikwanto.
Pelaku lainnya NTM bertugas mencari calon pembeli melalui akun Facebook bernama Nokeyz Dhosite Kashir. Usai mendapatkan calon pembeli, datanya akan diberikan kepada pelaku AL untuk diproses dengan prosedut yang sama.
Terungkapnya kasus tersebut, kepolisian berhasil menyita sejumlah barang bukti yakni dua KTP, dua SIM, dua unit laptop, satu buah buku tabungan Bank BCA dengan saldo Rp 212 jt, tiga kartu ATM, tujuh buah telepon genggam, satu unit router wifi, satu kartu mahasiswa dan satu unit kendaraan. Atas aksi pembobolan, PT Global Network yang mengelola Tiket.com mengalami kerugian sebesar Rp 1,9 miliar.
