Ganjar Haruskan Test Antigen Masuk Jateng

Berita terkini- Setelah diumumkannya bahwa Jawa Tengah merupakan propinsi dengan wilayah zona merah terbanyak, kini gubernur Ganjar mengharuskan test antigen jika ingin memasuki Jawa Tengah.

Test Antigen merupakan salah satu jenis rapid test yang hasilnya juga dapat diterima dalam eaktu singkat.

Namun, bedanya dengan jenis rapid test lainnya adalah bahwa test antigen dilakukan dengan pengambilan sempel lendir hidung maupun tenggorokan yang dinamakan dengan proses SWAB.

Perbedaan lainnya terdapat pada tarif biaya yang dikenakan kepada orang yang ingin melakukan tes antigen yaitu sebesar Rp 700 ribuan.

MASUK JATENG HARUS TEST ANTIGEN

Gubernur Jawa Tengah baru saja menetapkan peraturan daerah yang mewajibkan para pendatang dari luar daerah melakukan test antigen sebagai syarat masuk Jawa Tengah.

Pemeriksaan Covid-19 ini juga akan berlangsung selama masa liburan Natal dan Tahun Baru 2021.

Hal tersebut dilakukan guna upaya menahan lonjakan kenaikan angka positif corona-19 seperti yang terjadi pada loburan bulan Oktober lalu.

Pemeriksaan test antigen rencananya akan dilakukan di berbagai area perbatasan dan tempat-tempat wisata di Jawa Tengah.

Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo bersama pihak yustisi penegakan prokes juga menghimbau masyarakat Jawa Tengah agar tidak mudik pada masa liburan akhir tahun ini.

Yulianto mengharapkan agar masyarakat dapat merayakan natal dan tahun baru di rumah masing-masing demi menghindari kerumunan, karena kondisi Jawa Tengah saat ini sedang tidak aman.

Gubernur Jateng juga menghimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan menghindari kerumunan untuk mencegah penularan covid-19.

Akibat adanya kewajiban test antigen tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi aspek transportasi umum mulai dari pesawat, kereta api dan Bus.

Pasalnya, harga test antigen bisa melebihi biaya ongkos Bus atau kereta api. Jika tidak ada subsidi dari pemerintah ada kemungkinan masyarakat yang sudah membeli tiket ke Jawa Tengah membatalkan tiketnya.

Hal ini lah yang akan berdampak buruk terhadap para perusahaan transportasi termasuk para supir yang hanya memiliki satu jenis pekerjaan.

Data Kasus Korona Jateng

Seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 di Jateng, berdasrkan data yang diterbitkan oleh corona.jatengprov.go.id saat ini terdapat 80. 656 orang terkonfirmasi Covid-19.

Sebanyak 65.473 orang telah dinyatakan sembuh, sedangkan 4.842 lainnya meninggal dunia dan sebanyak 10.341 orang masih dalam perawatan di Rumah Sakit.

Posted by userlogin