Home / Kabar Terkini / Demi Ahok, Dua Kader Demokrat Ini Tidak Mau Dukung Agus di Pilgub DKI
Demi Ahok, Dua Kader Demokrat Ini Tidak Mau Dukung Agus di Pilgub DKI

Demi Ahok, Dua Kader Demokrat Ini Tidak Mau Dukung Agus di Pilgub DKI

Kabarterkini.bizKabar Terkini, Jakarta – Koalisi Cikeas yang terdiri dari empat partai politik, termasuk Partai Demokrat sudah sepakat untuk mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebagai bakal calon Gubernur DKI. Sayangnya, tidak semua kader Demokrat taat kepada keputusan itu.

Sosok yang pertama kali mengungkapkan penolakannya yakni mantan koordinator jubir Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Dia tetap memberikan dukungannya kepada calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Saya sekali Ahok tetap Ahok. Titik,”ucap Ruhut.

Ada alasan yang diakui Ruhut untuk tidak patuhi kepada partainya sendiri. Karena, Agus Yudhoyono bukan kader Demokrat.

“Bos, Agus itu bukan kader Demokrat. Dia itu kader TNI,”ucap Ruhut.

Menurut Ruhut, ditunjuknya gus cuma sekedar ambisi politik tanpa memikirkan karirnya di TNI. Agus saat ini menjabat sebagai Danyom 203/Arya Kemuning. Dengan terjun ke politik, Ruhut menyebut bukan tidak mungkin karir Agus di TNI bakal tamat.

“Jangan lah lantaran keinginan politik di Demokrat itu Agus dikorbankan. Kalau memang baik, saya salah. Tapi kalau kalah selesai enggak dia?”tegasnya.

“Tapi aku enggak kebayang kalau Agus kalah dibunuh karirnya oleh partai yang saya banggakan,”sambung Ruhut.

Tidak cuma Ruhut, jejak serupa juga diikuti Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hanyono Isman. Dia memutuskan mendukung pasangan Ahok dan Djarot di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 nanti.

Sikapnya ini berbeda dengan partainya sendiri yang mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni bersama dengan anggota Koalisi Cikeas lainnya yakni PPP, PAN dan PKB.

Menurut Hayono, Ahok dan Djarot merupakan pasangan yang harmonis. Dia mempercayai pencalonan keduanya bukan sekedar untuk memperebutkan kekuasaan.

“Rakyat DKI perlu kepemimpinan model seperti Ahok. Yang saya lihat secara konkret beliau tidak cuma melayani dengan hati, tapi beliau membangun sistem pelayanan yang hebat sehingga berkesempatan besar memberantas korupsi dan menghargai kerja keras birokrasi DKI Jakarta,”ucapnya.

Dia menganggap, dari ketiga pasangan yang bakal bersaing di Pilgub DKI 2017, cuma Ahok dan Djarot lah yang menurutnya sudah siap. Pasangan lain terkesan dipilih secara mendadak, termasuk Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang diusung oleh partai Demokrat.

“Mesti saya katakan secara jujur yang siap cuma Ahok. Yang lain kesannya dadakan, enggak dipersiapkan dengan baik. Saya anggota Dewan Pembina Partai Demokrat tapi saya baru tahu nama Agus Harimurti diajukan. Saya berusaha memahami ini, masalahnya dalam suasana keterdesakan atau emergency. Tapi partai politik bertanggung jawab menghadirkan calon pemimpin secara profesional, tidak boleh dadakan,”sambungnya.

Hayono menegaskan deklarasi yang dilakukannya sebagai seorang pribadi, bukan sebagai anggota Dewan Pembina Partai Demokrat maupun sebagai Ketua Umum Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro). Dia berharap perbedaan sikapnya dengan partai tidak akan menjadi masalah.

“Rakyat Jakarta membutuhkan gubernur yang siap bekerja, bukan yang baru dalam rencana dan teori. Dengan demikian pilihan saya jatuh pada pasangan ini (Ahok dan Djarot). Saya hadir sebagai pribadi. Tidak ada masalah bagi saya berbeda dengan partai lain. Sampai hari ini saya masih anggota Partai Demokrat meskipun pada pilpres kemarin saya berbeda sikap,”tutupnya.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369