Beginilah Pernyataan Resmi Kelompok Taliban Setelah Kuasai Afganistan

Kabar terkini- Ditengah-tengah krisis pandemi covid-19 yang sedang dialami oleh negara-negara di seluruh dunia, berita menegangkan datang dari negara Afganistan yang tengah dikuasai oleh kelompok Taliban.

Dengan situasi tersebut, masyarakat Afganistan sedang dalam bahaya karena pemerintahan yang resmi telah digulingkan oleh Taliban, sehingga tidak akan ada yang menjamin keamanan masyarakat dan orang asing.

Amerika serikat dan Inggris telah resmi meninggalkan negara tersebut sama seperti kejadian di Vietnam pada saat perang dingin. Berikut merupakan pernyataan resmi kelompok Taliban.

Janji Taliban Terhadap Hak Wanita

Salah satu kekhawatiran terbesar saat kepemimpinan Taliban adalah pembatasan hak yang berbeda jauh antara wanita dan pria. Namun, Taliban menyatakan, mereka berjanji menghormati hak perempuan Afghanistan menurut syariah (hukum Islam).

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara milisi Zabihullah Mujahid dalam konferensi pers pertama mereka. Mujahid menerangkan, terdapat perbedaan besar antara Taliban yang digulingkan AS pada 2001 dengan sikap mereka setelah kembali berkuasa.

Adapun pihak media merujuk pada periode pertama 1996-2001. Saat itu, wanita dilarang bekerja dan berkontak dengan pria bukan muhrimnya. Hal ini lah yang menjadi acuan banyak orang saat ini.

Mujahid menegaskan, bahwa kelompoknya, Taliban berhak untuk mengatur Afghanistan berdasarkan prinsip keagamaan yang mereka anut.

Meski begitu, dia menuturkan bahwa kelompok pemberontak berjanji akan menghormati hak perempuan menurut syariah Islam sesuai yang dianut.

Mereka para perempuan akan bekerja bahu-membahu dengan kami. Kepada komunitas internasional, pihak Taliban menjamin tidak akan ada diskriminasi terhadap perempuan.

Bahkan Mujahid mengatakan, wanita berhak mendapat pendidikan hingga jenjang universitas, yang sempat dilarang pada periode 1996-2001 lalu. Selain itu, dia juga menyatakan, perempuan akan tetap bisa bekerja dan menjadi bagian dari pemerintahan baru mereka.

Mujahid hanya memaparkan, nantinya perempuan harus mengenakan hijab, tanpa menjabarkan apakah ada pengetatan terhadap mereka. Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh juru bicara Taliban lainnya, yaitu Suhail Shaheen, yang berujar bahwa sekolah diizinkan tetap mengajar murid putri.

Meskipun demikian, Taliban akan melarang mereka untuk berhubungan dengan pria lain, atau keluar rumah tanpa mendapatkan pengawalan dari keluarga ataupun suaminya.Karena itu, jika ada yang ingin belajar, wanita Afghanistan dilaporkan melakukannya secara sembunyi-sembunyi.Hukuman bagi wanita juga digelar secara terbuka, mulai dari dipukul hingga dihukum mati dengan cara dirajam.

Posted by userlogin