Bawaslu DKI Lanjuti Kasus Penolakan Warga yang Dialami Ahok dan Djarot

Kabarterkini.bizKabar Terkini, Jakarta – Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta, M Jufri mengklaim segera tidak lanjuti kasus penolakan warga terhadap pasangan calon nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, saat melakukan kampanye di berbagai wilayah DKI Jakarta.

Jufri menegaskan bakal membawa kasus itu ke tingkat penyelidikan. Sampai saat ini pihaknya masih mendalami keterangan dari beberapa saksi. Kali ini pihaknya menerima keterangan saksi dari calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. Djarot beserta tim sukses Ahok dan Djarot dimintai keterangan dari penolakan beberapa warga terhadap kampanyenya.

“Sampai saat ini masih ada keterangan saksi yang kami terima. besok bakal kita lakukan klarifikasi terhadap terlapor, usai itu nanti kita laporkan ke Gakumdu. Apakah berkas-berkas yang telah dikumpulkan mencukupi atau tidak,”ucap Jufri.

Menurutnya, pihak Bawaslu bakal terus melengkapi berkas yang diberikan oleh tim sukses Djarot beberapa waktu lalu sampai menemukan pelanggaran yang jelas. “Di hari ketiga kita kumpulkan bukti-bukti, kalau sampai 5 hari cukup, maka kami di Gakumdu bakal memutuskan apakah kasus ini akan kami tingkatkan ke penyelidikan, atau seperti apa,”tambahnya.

Sebelumnya, tim sukses Ahok dan Djarot sudah melaporkan penolakan sekelompok warga ketika mantan Wali Kota Blitar itu melakukan blusukan. Tetapi laporan yang diterima pada tanggal 9 November 2016 lalu belum dapat ditindak lanjuti. Hal itu dikarenakan kuragnya beberapa bukti.

“Laporan itu tidak mencukupi bukti-bukti, maka laporan itu tidak dapat kami tidak lanjuti. Pada hari itu, terjadi lagi insiden yang sama. Sebab waktu itu lapor, udah mendapatkan bukti-bukti kongkrit maka kita lakukan klarifikasi lagi oleh para saksi,”ucap Jufri.

Usai itu, tim sukses Ahok dan Djarot melengkapi laporan itu, dan bisa menunjuk pihak-pihak yang terlibat dalam penolakan itu.

“Para pelapor udah menunjuk terlapor, nama-namanya, maka kami klarifikasi kembali saksi-saksinya, apakah benar dilaporkan atas nama itu sesuai dengan bukti-bukti yang ada,”tutup Jufri.

Seperti yang diketahui, tim sukses Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat sudah melaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengenai aksi penolakan sejumlah pihak saat pasangan calon nomor urut dua di Pilgub DKI itu melakukan blusukan atau kampanye.

Anggota tim sukses Ahok dan Djarot, Wibi Andrino mengatakan, bakal terus mengawal pelanggaran yang sudah dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab itu. Rencananya Bawaslu bakal memanggil mereka yang terkait dugaan penolakan.

“Bawaslu memanggil pengawas Kelurahan dan Kecamatan untuk mencari bukti-bukti terkait dugaan penolakan atau perampasan hak untuk berkampanye oleh oknum-oknum yang mengklaim masyarakat Kembangan dan Kedoya,”ucapnya.

Posted by sevenadmin