Home / Kabar Terkini / Ahok Sebut Habib Rizieq Pembohong Besar
Ahok Sebut Habib Rizieq Pembohong Besar

Ahok Sebut Habib Rizieq Pembohong Besar

Kabar Terkini – Terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama menilai surat Al Maidah ayat 51 tidak mengatur larangan memilih pemimpin non muslim untuk pemeluk islam. Basuki alias Ahok menuding penilaian itu sering muncul dari diri Rizieq Shihab. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Ahok menjelaskan maksud kata ‘dibohongi pakai Surat Al Maidah ayat 51’ pada persidangan kasusnya. Kata-kata tersebut sempat disampaikan di Kepulauan Seribu tanggal 27 September 2016 yang membuat dirinya menjadi salah satu sebab terdakwa kasus penodaan agama.

Ahok mengatakan Rizieq merupakan pihak yang sering berbohong dengan memakai ayat itu. Al Maidah tidak pernah menyebutkan tidak boleh memilih pemimpin non muslim. Namun Rizieq selalu mengatakan begitu sehingga membuat gubernur tandingan muslim. Bagi saya Rizieq seorang pembohong besar.

Dia juga menjelaskan alasannya membawa Surat Al Maidah ayat 51 ketika berpidato di Kepulauan Seribu. Menurut Ahok, hal tersebut ia sampaikan usai melihat seorang ibu yang selalu diam saat dirinya berpidato soal program budidaya ikan. Dia melihat perempuan itu persis dengan sesosok ibu di Bangka Belitung yang pernah mengatakan tidak memilih dia di Pilkada 2007.

Ibu yang dimaksudkan Pak Ahok tidak memilihnya ketika Pilkada Babel 2007 sebab takut di cap murtad. Jadi ada orang yang mengatakan kepada saya ‘mohon maaf ya Pak Ahok, ibu tidak memilih kamu karena ibu takut murtad.’ Saya waktu ke pulau seribu seperti melihat ibu-ibu di Belitung itu.

Ahok membenarkan sosok perempuan yang dimaksud tidak memilihnya pada Pilkada Babel 2007 karena pengaruh selebaran berisi surat Al Maidah ayat 51. Menurutnya, dalam selebaran itu tertulis kalau umat Islam tidak boleh memilih pemimpin non muslim seperti tertulis dalam ayat suci.

Jadi menurut saya adalah terjemahan bukan yang dari terjemahan Kementerian Agama. Ada kalimat dari terjemahan ayat diatas, kita umat beragama muslim dilarang memilih pemimpin dari agama lain. Ahok menjadi terdakwa kasus penistaan agama sebab pidatonya itu. Atas kasus tersebut, Jaksa Penuntut Umum mendakwa ahok dengan pasal 156 atau pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369