Kabar Terkini – Setelah sejuta KTP dukungan Ahok-Heru terkumpul sejuta, Ahok buka kesempatan diusung parpol. Golkar-Hanura-NasDem juga segera siap berembug soal peluang mengusung Ahok. Sementara PDIP masih tetap saja jual mahal.
“Bila ingin ikut jalur partai, ya ikuti ketentuan main yang berlaku di partai. Antara relawan serta PDI Perjuangan dapat juga berjalan dan berjuang bersama secara komplimenter (sama-sama lengkapi) tak mesti dipertentangkan,” kata Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira waktu dihubungi, Senin (20/6/2016).
Ia menyatakan PDIP tidak bakal mendukung calon independen. Jadi bila Ahok tetap di jalur independen dan tak jadi anggota parpol jadi sulit terjadi kesepakatan.
“Untuk PDIP, ada ketidaksamaan yang prinsipil pada pilihan melalui jalur perseorangan serta lewat jalur partai. Filosofi diusung oleh jalur partai yaitu memprioritaskan prinsip kebersamaan dalam memperjuangkan, memenangkan serta menggerakkan proses pemerintahan dengan prinsip gotong royong,” katanya.
“Sementara pilihan jalur perseorangan yang diprioritaskan yaitu individualisme kandidat. Dan tujuan juga cuma untuk mencapai kekuasaan,” tutur Andreas.
Disamping itu Ahok yang mengakui sebagai orang dekat Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri juga tidak kalah jual mahal. Ahok merasa dirinya merupakan CEO, dia tidak menginginkan terikat dengan parpol mana juga.
“Enggaklah, saya kan punya semuanya, CEO kok,” ucap Ahok sembari beranalogi pada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Senin (20/6/2016).
Ahok menyampaikan walau terbuka kesempatan diusung parpol, tetapi dirinya belum bikin ketentuan. Selama ini Ahok merupakan bakal cagub independen yang diperjuangkan Teman Ahok.
“Oh iya bila kemarin, kita mesti milih (independen/parpol). Fight dicurangin juga. Bila tidak ada partai yang ingin dukung ya kita mesti fight dong,” katanya.
Bila PDIP betul-betul tidak dapat mengusung Ahok, siapa akan didorong banteng moncong putih ke Pilgub DKI?
