Kabar Terkini – Pada rapat pimpinan (Rapim), TNI telah setuju membantu Polri untuk menangani ormas-ormas yang bertentangan dengan Pancasila. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sepakat untuk menindak tegas anggotanya yang terlibat dalam ormas. Kita diingatkan bahwa Indonesia bukanlah negara teokrasi, bukan negara agama, dan bukan negara sekuler. Tapi negara Indonesia adalah negara yang masyarakatnya agamis.
Agama yang ada di Indonesia pasti akan bersama-sama, sehingga kita tidak boleh menyudutkan setiap orang maupun kelompok agama. Saya sampaikan peserta rapim untuk membantu kinerja pemerintah. Gatot telah menegaskan siap untuk membantu Polri dalam menangani ormas-ormas yang radikal dan bertentangan dengan Pancasila melalui berbagai jajaran dari daerah sampai pusat. Kita akan membantu dengan cara TNI.
Ketika ditanya mengenai langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan apabila ada oknum TNI yang membekap ormas, Jenderal bintang empat tersebut membenarkan akan menindak dengan tegas. Gatot yang mengaku tidak peduli jika oknum itu mempunyai pangkat ataupun jabatan tinggi.
“Apabila dia melanggar hukum, tidak peduli saya. Siapa saja, pangkat apa pun juga. Sebab panglima tertinggi dari TNI adalah hukum. Presiden menyebutkan negara Indonesia bukanlah negara aturan tapi merupakan negara hukum. Artinya tidak boleh melanggar hukum,” tandas Gatot.
