Kabar Terkini – Calon Gubernur DKI Jakarta no urut dua Basuki Tjahaja Purnama mengaku senang dengan digelarnya debat terbuka Pilgub DKI 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Karena dengan adanya momen seperti ini kita bisa mendapatkan koreksi dari pasangan calon lainnya. Basuki yang akrab disapa Ahok ini mengungkapkan, semestinya debat terbuka perdana tersebut bisa memberikan masukan mengenai program Pemprov DKI. Namun ternyata, dia menilai debat kali ini lebih cenderung mencipatakan opini yang keliru.
Ahok juga memikirkan kalau ada orang ingin menjadi Gubernur tentunya dia akan koreksi kelemahan kami, kemudian dia akan mengajukan program yang lebih bagus dari kami. Tapi dalam debat tadi, kami melihat ini bukanlah koreksi, melainkan membangun opini yang salah. Dia mencontohkan masalah transportasi umum yang sekarang ini sedang mengalami pembenahan mulai dari fasilitas dan pelayanannya.
Tapi, salah satu pasangan calon menilai, bus Transjakarta tidak ada yang naik sehingga tidak tepat sasaran. Kenyataannya dari tahun 2015 sampai 2016 sudah terjadi peningkatan penumpang sebanyak 32 persen, dari delapan juta menjadi 11,58 juta penumpang. Seolah-olah ini menilai kita tidak menyukai orang miskin, cuma mendukung orang kaya sehingga perbedaannya sangat tinggi. Itu merupakan penilaian yang salah.
Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur mengaku terkejut dengan program yang direncanakan pasangan calon lainnya. Karena program bantuan langsung untuk rakyat miskin dapat langsung diberikan secara tunai. Sedangkan sekarang ini Pemprov DKI Jakarta sedang meningkatkan program non tunai.
Terus dia bertanya mau bantu berapa orang miskin. 400 ribu sebulan, bagaimana kita bisa nentuin orang miskin dengan bantuan tunai. Saya yakin jika ditanya sama orang yang dianggap miskin di Jakarta, kamu mau menerima 400 ribu sebulan apa anak anda semua dapat KJP. Ahok mengklaim setiap program yang sedang dikerjakan di Pemprov DKI Jakarta berbasis kepada rakyat. Sehingga tidak mungkin dirinya membuat kebijakan yang mengarah ke salah satu pihak saja.
