Kabar Terkini – Rasa curiga Ahok pada Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi dengan menyebutnya bersekongkol dengan Yusril Ihza Mahendra pernah muncul dikarenakan banjir di Jakarta Utara. Gubernur DKI Jakarta itu menuding Rustam demikian karena dia dikira malas segera menertibkan permukiman-permukiman yang menghambat saluran air.
Yusril yang mendengar hal semacam itu juga mengakui bersimpati dengan Rustam. Tetapi secara pribadi, Yusril mengaku tak mengetahui Rustam.
“Saya begitu bersimpati pada Wali Kota Jakarta utara yang beberapa waktu terakhir dituding Pak Gubernur ‘sekongkol’ dengan saya dalam rencana pelaksanaan kebijakan penggusuran di Luar Batang,” kata Yusril dalam rilisnya, Sabtu (23/3/2016).
“Saya tidak mengenal Pak Rustam Effendi secara pribadi, bahkan juga tak pernah ada kontak dengan beliau. Jadi tidaklah beralasan Pak Gubernur menuding Pak Wali Kota bersekongkol dengan saya,” paparnya.
Yusril menyebutkan semestinya Ahok lebih bijak dalam memperlakukan Rustam. Menurut Yusril, Ahok semestinya mengerti Wali Kota tak membuat kebijakan.
“Saya mengimbau supaya Pak Ahok bisa melakukan tindakan lebih bijak pada Pak Wali Kota, mengingat beliau yaitu pejabat administratif bawahan gubernur, bukanlah Wali Kota yang berwenang membuat kebijakan. Karenanya, bila memang gubernur miliki kebijakan lakukan penggusuran, jadi baiknya gubernur buat surat ketentuan, atau sekiranya surat perintah pembongkaran. Dengan demikian, posisi wali kota serta camat tak terpojok bila bertemu dengan warga lantaran mereka cuma pejabat pelaksana belaka,” ucapnya.
“Dengan cara tersebut juga, Gubernur DKI bakal terlihat gagah di mata rakyat dikarenakan berani mengeluarkan perintah penggusuran, bukanlah membuat wali kota serta camat serba salah bertemu dengan warga, terlebih sampai dituding sekongkol dengan bakal calon gubernur. Kasihan wali kota dan camat,” bahas Yusril yang akan maju ke Pilgub DKI 2017 itu.
