Kabarterkini.biz – Kabar Terkini, Jakarta – Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan kalau pencalonannya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 berawal dari sebuah diskusi setelah shalat subuh berjemaah di masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.
Tetapi, Anies tidak mengungkapkan tanggal diskusi itu dilakukan. Anies mengatakan, saat itu dia tidak sempat berencana untuk maju pada Pilkada DKI 2017.
Tetapi, usai mengikuti beberapa diskusi, Anies pun membulatkan tekadnya.
“Izinkan saya beristikharah. Saya bicara dengan istri, ibu, sampai pada ketetapan bersedia. Tetapi, itu pun belum pasti dicalonkan,”ucap Anies.
Anies mengaku tidak dilibatkan dalam proses penetapan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang dilakukan partai pendukungnya, PKS dan Gerindra.
“Baru di akhir-akhir itu menjadi ketetapan dan saya tidak terlibat dalam proses lantaran yang terlibat para pemimpin partai,”kata Anies.
Apabila dia dan pasangannya, Sandiaga Uno, terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur, Anies bakal melaksanakan tanggung jawab yang diamanahkan kepadanya dan Sandi.
Anies pun memintarestu kepada para ulama dan pihak yang hadir dalam pertemuan di Masjid Sunda Kepala itu.
“Saya berharap bisa mendapatkan restu dari Bapak dan Ibu sekalian. Perjalanan nanti bakal bermacam-macam cerita, berita, dan lain-lain. SAya berharap Bapak dan Ibu berkenan untuk nanti membantu kalau ada yang butuh diluruskan, dikoreksi,”ucap Anies.
