Inilah Hasil Elektabilitas Capres Terbaru Pasca Penolakan Israel Yang Merugikan Timnas U20

Kabar Terkini- Pemilihan umum 2024 telah dekat dan beberapa politisi dan partai politik telah mulau melakukan aktivitas politik ditengah-tengah masyarakat. Anis Baswedan, mantan gubernur Jakarta merupakan salah satu figur politik yang tampil sejak awal mengumumkan pencalonan dirinya pada pemilu mendatang.

Baru-baru ini perpolitikan di Indonesia juga terguncang dengan penolakan tim Israel ke Indonesia yang berakhir pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U20 oleh FIFA. Hal tersebut telah merubah perpolitikan domestik yang berdampak pada elektabilitas yang sebelumnya dicetuskan oleh tim survey. 

Adapun, hasil jajak pendapat Lembaga Survei Indonesia (LSI) memperlihatkan, pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilu 2019 lalu mayoritas memberikan dukungan buat Anies Baswedan maju sebagai calon presiden (capres) Pemilu 2024. Dari 44,5 persen pemilih Prabowo-Sandiaga, sebanyak 44 persen di antaranya kini mendukung Anies. Lalu, 41,1 persen mendukung Prabowo, dan 11,2 persen mendukung Ganjar Pranowo. 

Elektabilitas Calon Presiden Terbaru

Untuk pemilih Prabowo dan Sandi pada Pemilu 2019, ini terlihat terbelah dua antara (mendukung) Anies dan Prabowo, sementara gubernur Jawa Tengah yang menolak kehadiran tim Israel mengalami penurunan yang sangat drastis. Survei yang sama memperlihatkan, mayoritas pemilih Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pemilu 2019 lalu memberikan dukungan buat Ganjar Pranowo atau Prabowo. 

Dari 55,5 persen massa Jokowi-Ma’ruf, 39,3 persen menyatakan dukungan buat Ganjar, lalu 30,8 persen mendukung Prabowo. Ada pula 16,9 persen pemilih Jokowi-Ma’ruf yang kini mendukung Anies Baswedan. Anies masih sangat banyak mengandalkan pemilih Prabowo, sementara Prabowo juga masih mengandalkan pemilihnya sendiri pada 2019, tapi mulai memperoleh dukungan yang cukup banyak dari pemilih Jokowi.

Dalam survei ini, massa pendukung kandidat capres juga dikelompokkan berdasar tingkat kepuasan responden terhadap kinerja presiden. Didapati temuan bahwa mayoritas publik yang puas terhadap kinerja Jokowi cenderung memberikan dukungan buat Prabowo dan Ganjar. Dari 76,8 persen responden yang menyatakan sangat atau cukup puas terhadap Jokowi, sebanyak 31,3 persen mendukung Prabowo jadi capres.

Lalu, 30,2 persen memilih Ganjar. Ada pula 20,8 persen responden yang memilih Anies. Sebaliknya, mayoritas publik yang mengaku tidak puas dengan kinerja Jokowi cenderung mendukung Anies sebagai capres. Dari 19,7 persen responden yang kurang atau tidak puas sama sekali dengan Jokowi, sebanyak 44,3 persen mendukung Anies. Lalu, 28 persen dari kelompok ini mendukung Prabowo, dan 13,8 persen memilih Ganjar.

Sehingga yang puas kepada Presiden cenderung memilih Prabowo dan Ganjar, sementara tidak puas kepada kinerja Presiden itu cenderung lebih banyak berkumpul di Anies. Adapun dalam survei ini, elektabilitas Prabowo berada di urutan wahid yakni 30,3 persen. Angka itu naik signifikan dibanding survei Februari 2023 yang mana elektabilitas Prabowo saat itu sebesar 26,7 persen. Sementara, pada survei Januari 2023, tingkat elektoral Menteri Pertahanan itu lebih rendah lagi, yakni 23,2 persen. 

Kemudian, elektabilitas Ganjar tergeser di peringkat kedua. Pada survei Januari 2023, politisi PDI Perjuangan itu mengantongi elektoral 36,3 persen. Pada survei Februari 2023, angka tersebut sedikit turun menjadi 35,0 persen. Lalu, pada survei April 2023, elektabilitas Ganjar anjlok sekitar 8,1 persen menjadi 26,9 persen. Di urutan ketiga ada nama Anies Baswedan. Tingkat elektoral Anies pada Januari 2023 sebesar 24,2 persen, lalu menurun sedikit menjadi 24,0 persen pada Februari 2023, dan naik menjadi 25,3 persen pada April 2023.