Kabar terkini- Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri, merilis pernyataan tentang keadaan warga negara Indonesia yang masih berada di Ukraina meskipun saat ini Rusia masih menggempur negara tersebut dengan kekuatan militer penuh.
Setidaknya, kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di Chernihiv, Ukraina berada dalam kondisi aman. Untuk diketahui, Chernihiv merupakan salah satu wilayah yang menjadi pusat pertempuran antara Ukraina dan Rusia.
Direktur Perindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemenlu Judha Nugraha mengaku baru saja menjalin komunikasi dengan sembilan WNI tersebut. Kami baru saja menjalin komunikasi virtual via zoom dengan 9 WNI di Chernihiv.
Keadaan WNI di Chernihiv
Adapun kondisi mereka saat ini masih aman dan pasokan logistik juga memadai, berdasarkan keterangan terakhir yang disampaikan oleh pihak Kementerian Negeri. Ia pun mengatakan, komunikasi dengan WNI di Ukraina telah terjalin intensif sejak sebelum serangan Rusia.
Kemenlu juga tengah menjalin komunikasi dengan pihak-pihak di Ukraina dan Rusia untuk membuat jalur evakuasi yang aman sebagai jalan keuar bagi para WNI dari Chernihiv. Secara paralel, komunikasi intensif sedang dilakukan dengan pihak-pihak di Ukraina dan Rusia utk membuat safe passage atau jalur evakuasi aman.
Hal tersebut dipersipakan guna membawa para WNI keluar Chernihiv dan selanjutnya ke negara tetangga Ukraina yang aman. Sebelumnya, pada Minggu (6/3/2022) Kemenlu sempat mengungkapkan, upaya evakuasi sembilan WNI di Chernihiv belum bisa dilakukan lantaran masih terjadi pertempuran di kota tersebut.
Meski Rusia dan Ukraina telah mencapai kesepakatan terkait koridor kemanusiaan untuk evakuasi penduduk sipil, namun belum ada kepastian mengenai waktu serta mekanisme detail dari kesepakatan tersebut. Saat ini sudah ada kesepakatan humanitarian corridor antara Rusia dan Ukraina. Tentunya hal ini memudahkan proses evakuasi.
Kita sedang dorong untuk detail kapan, dimana dan mekanisme humanitarian corridor sehingga bisa dimanfaatkan untuk evakuasi WNI dengan aman. Untuk saat ini, meskipun Indonesia telah merubah posisinya terhadap Rusia di PBB dari abstain menjadi mengutuk perbuatan Rusia, kedua negara tersebut masih memiliki komunikasi yang baik.
