Kabar Terkini – Wagub terpilih Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno bicara tentang Pemprov DKI yang sampai saat ini tidak mau menggaji sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas). Jika supeltas resmi dilantik Oktober mendatang, Sandiaga akan mengkaji ulang hal itu.
“Kami akan kaji. Kalau adanya dampak positif atasi kemacetan, kenapa tidak? Karena warga Jakarta selama ini menginginkan terbebas dari kemacetan,” tutur Sandiaga Uno setelah menghadiri pernikahan putra Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan, Vino, dan putri Kepala BNN Komjen Budi Waseso, Nindy, di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (02/09/2017).
Menurut Sandi, hadirnya supeltas sendiri memang ditujukan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Tapi Sandi akan melihat ke data-data terkait sebelum menentukan apakah akan menggaji supeltas atau tidak.
“Kita mesti berbasis data. Sudah saya sampaikan ke Pokja Smart City untuk melihat bagaimana kehadiran supeltas di titik kemacetan itu akan menghadirkan dampak yang berbasis data karena semua kebijakan berbasis data,” ujar Sandi.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan Pemprov DKI tidak akan mengalokasikan dana buat supeltas. Djarot beralasan dana untuk mereka belum ada dalam struktur anggaran.
“Pertama, tidak ada dalam struktur anggarannya, anggaran kita ketat ya. Semuanya melalui bugdeting, ada dari pengajuan sebelumnya dan dialokasikan,” ujar Djarot.
