Kabar terkini- Umumnya Indonesia sangat terbuka dan memberikan kebebasan penuh kepada masayarakat untuk mendirikan sebuah organisasi masyarakat atau kerap dikenal dengan singkatan ormas. Apalagi pada masa reformasi hingga sekarang ini telah tercatat ribuan ormas yang berdiri di tengah-tengah masyarakat.
Adapun ormas tersebut terdapat dari berbagai jenis dan tujuan yang berbeda, ada yang dilandaskan pada suatu keyakinan dan agama tertentu, namun ada juga ormas yang berdasarkan kepentingan politik atau bahkan hanya sejedar komunitas suku atau kesenangan.
Hidup berdampingan dengan ormas lainnya tak selalu mudah di Indonesia, karena tentu masing-masing ormas memiliki pandangan dan tujuan yang berbeda, namun pemerintah hanya akan memberikan izin mendirikan ormas dengan syarat sejalan dengan pancasila dan NKRI.
Bentrok Antar Ormas
Baru-baru ini media sedang diramaikan dengan kabar tak mengenakkan dari kota Bekasi, dimana terdapat bentrok antar ormas yaitu Pemuda Batak Bersatu dengan Gerakan Masyarakat Aqidah (GEMPA) yang menimbulkan dua korban luka dan menciptakan kerumunan di tengah pandemi.
Seperti diketahui bahwa bentrok tersebut bermula dari permasalahan utang piutan salah satu warga Bekasi kepada sebuah agen koperasi yang diduga milik ormas Pemuda Batak Bersatu. Wakapolrestro Bekasi Kota AKBP Alfian langsung mengamankan lokasi kejadian dengan membubarkan para massa.
Warga yang diduga tidak sanggup mengembalikan utang tersebut lantas meminta bantuan pada ormas GEMPA yang kemudian menyulut amarah dan terjadilah bentrok dengan ormas PBB. Kedua kubu kemudian bertemu untuk menyelesaikan masalah di Narogong, Rawalumbu.
Namun, tak ditemukan kata sepakat dan bahkan terjadi bentrok yang berujung penganiayaan terhadap 3 anggota PBB. Kubu PBB kemudian melaporkan kejadian ke Mapolrestro Bekasi Kota dan datang secara bergerombol. Tak lama kemudian, kubu GEMPA juga mendatangi Mapolrestro Bekasi Kota untuk menyelesaikan masalah.
Situasi berlangsung tidak kondusif lantaran dua kubu saling adu mulut dan aksi saling dorong pun terjadi, hingga pihak kepolisian melepaskan tembakan ke udara guna memisahkan kedua belah pihak. Alhasil setelah mediasi dengan pihak kepolisian, massa pun berhasil dibubarkan pada jam empat subuh.
