Warga Maluku Tengah Dihebohkan Dengan Penemuan Butiran Emas di Tepi Pantai

Kabar terkini- Baru-baru ini warga setempat dihebohkan dengan temuan butiran-butiran emas di pesisir pantai Desa Tamilow, Maluku Tengah. Seketika warga berbondong-bondong mendatangi pantai tersebut untuk medulang emas.

Bahkan, dikabarkan ada warga yang telah mendapatkan serpihan sebanyak dua ons. Ahli geologi angkat bicara mengenai fenomena temuan emas di pesisir pantai itu.

Sementara itu, Bupati Maluku Tengah juga telah mengingatkan warganya untuk bersikap bijaksana menanggapi fenomena itu.

Awal Penemuan Emas Oleh Warga

Penemuan emas tersebut bermula dari seorang warga yang melihat benda berkilau di pesisir pantai Desa Tamilow, Maluku Tengah, setelah disaring ternyata benda berkilau tersebut adalah kandungan emas.

Warga mengaku bahwa fenomena tersebut sebelumnya sudah pernah terjadi setahun yang lalu namun di pantai yang berbeda. Setelah ramai dikunjungi oleh warga, ahli geologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ambon memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut.

DR Zain Tuakia, mengatakan bahwa fenomena temuan emas sangat mungkin terjadi. Apalagi adanya batuan yang keras seperti kuarsa dan malihan yang jika terkikis dapat mengalir ke sungai hingga pantai.

Namun terkait butiran emas di Maluku, DR Zain menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena adanya endapan plaster dan pengikiran di laut sebagai hulu sehingga butiran emas terbawa ke pantai.

DR Zain juga menambahkan bahwa pada umumnya, hasil dari endapan plaster berupa emas aluvial yang berbentuk biji berukuran sedikit lebih besar dari emas logam umumnya dan bertekstur kasar.

Sehingga penemuan butiran-butiran emas di pesisir pantai Desa Tamilow itu mengindikasikan adanya endapan plaser yang terbentuk secara sekunder.

Pemerintah setempat telah mensosialisasikan bahaya dari penggalian pasir pantai yang dapat menimbulkan abrasi dan membahayakan warga setempat.

Sementara untuk temuan emas tersebut, pemerintah setempat telah memberikan wewenang kepada Kementerian ESDM Ambon untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Bupati Maluku Tengah juga telah berkoordinasi dengan DPRD dan aparat Desa untuk mengawasi lokasi tersebut agar tidak sembarang orang melakukan aktivitas penggalian.

Masyarakat yang tetap bersikeras melakukan pendulangan tanpa izin akan dapat dikenakan sanksi seprti yang diatur dalan undang-undang pertambangan dan mineral.

Posted by userlogin