Kudeta Militer Myanmar: Suu Kyi Ditahan

Berita terkini- Ditengah masalah pandemi yang sedang menyerang negara-negara di dunia, kini Myanmar justru menghebohkan dunia dengan aksi kudeta militer yang baru saja dilakukan pada hari minggu lalu.

Berbagai sumber berita domestik maupun internasional seperti New York Times, CNN dan banyak lagi sedang ramai memperbincangkan berita tersebut.

Kudeta Militer Myanmar 2021

Dikabarkan bahwa sekitar senin dini hari (waktu setempat), Perdana Menteri Aung San Suu Kyi dan Presiden Myanmar Win Myint ditahan oleh pihak Militer yang dipimpin oleh Jenderal Min Aung Hlaing.

Dengan adanya aksi kudeta militer tersebut, saat ini negara Myanmar dipimpin oleh Pimpinan Militer yang sebelumnya dikalahkan oleh partai petahana lewat pemilihan umum.

Perdana Menteri yang kerap disapa Suu Kyi merupakan ketua partai Liga Nasional Demokrasi yang berjuang menjadikan Myanmar sebagai negara yang demokrasi.

Meskipun Myanmar sudah beberapa periode ini dipimpin oleh partai demokrasi, namun negara tersebut belum sepenuhnya mencapai demokrasi yang diinginkan karena kehadiran partai militer pada sistem pemerintahan.

Juru bicara dari Partai petahana, Myo Nyunt mengkonfirmasi kepada pihak media bahwa Suu Kyi, Presdien Myanmar beserta petinggi partai lainnya dibawa dan ditahan oleh Militer pada hari senin dinihari.

Mengapa Kudeta Militer Terjadi?

Lebih lanjut, Myo Nyunt membeberkan kemungkinan alasan terjadinya aksi kudeta militer adalah karena pihak militer beranggapan bahwa partai petahan melakukan aksi kecurangan pada saat pemilihan umum Myanmar.

Sesaat setelah penahanan pemerintah petahana, pihak militer dibawah pimpinan Jenderal Min Aung Hlain langsung mengumumkan lewat media milik militer keadaan darurat nasional selama sethaun.

Akbibat kudeta militer tersebut, sementara waktu jaringan komunikasi di Myanmar sedang dibatasi oleh pihak militer sejak senin dini hari.

Bahkan dikabarkan, pembatasan jaringan komunikasi dan akses internet tersebut turun hingga 25% yang mempengaruhi beberapa operator jaringan milik Myanmar maupun Internasional.

Tidak hanya pembatasan akses internet, bahka kantor dan media publlik juga tidak diizinkan untuk menyiarkan penangkapan Suu Kyi dengan alasana teknis.

Pihak militer juga menjelaskan bahwa terjadi kecurangan dalam pemungutan suara yang dilakukan pada November tahun lalu, bahkan pihak militer mengklaim menemukan 10 juta contoh penipuan pemilih.

Ketidakpuasan atas pemilihan umum tersebutlah yang melandasi pihak militer untuk melakukan aksi kudeta. Kudeta tersebut sekaligus mencatatkan kudeta ketiga kalinya di Myanmar sejak kemerdekaannya dari Inggris.

Adapun kudeta militer pertama kali di Myanmar terjadi pada tahun 1963, dan yang kedua terjadi pada tahun 1988 sementara yang ketiga terjadi pada tahun 2021 ini.

Posted by userlogin