Jadi bos kopi kapal api, inilah profil dan sejarahnya

artikel terkini-

Belakangan, minum kopi menjadi rutinitas yang wajib dilakukan bagi banyak orang. Di tengah-tengah hari saat beraktivitas, tidak sedikit orang yang menyempatkan diri ke kafe untuk mendapatkan segelas kopi kekinian yang segarTanpa kopi, mereka merasa hari-harinya terasa kurang lengkap.

Kebanyakan kafe kekinian menawarkan beragam hidangan kopi yang bisa kamu pilih, mulai dari yang klasik seperti espresso hingga yang agak rumit kayak caramel macchiato. Tapi, entah kenapa semua menu-menu ini masih kalah popularitasnya dari es kopi susu biasa.

Perpaduan antara kopi dan susu yang serasi ini akan sangat cocok bagi selera kebanyakan orang. Rasanya yang nggak neko-neko juga akan semakin nikmat diminum dingin-dingin dan buat menyegarkan siang dan sore hari kamu. Wajar saja kalau es kopi susu mampu buat kamu meminumnya lagi dan lagi.

Salah satu terobosan penting Soedomo dalam bisnis kopi keluarganya adalah ide gila untuk mengiklankan produk keluarganya di televisi pada tahun 1980-an. Dikutip dari situs brainpersonalities.com, kala itu, bukan hal umum bagi bisnis kopi untuk melakukan promosi di televisi.

Namun, Soedomo mendobrak normalitas tersebut dengan menggandeng salah satu personel kenamaan Srimulat, Paimo. Bisa dibilang ide gila ini cukup berhasil karena Kapal Api menjadi satu-satunya merek kopi yang beriklan di televisi waktu itu.

Sejarah kapal api

Bisnis kopi Kapal Api dirintis oleh Go pada tahun 1927. Kala itu, ia memulai bisnisnya dengan berjualan dari rumah bersama dua saudaranya di daerah pecinan di Surabaya.

Merujuk laman linkumkm.id, pada awal bisnisnya, ayah Soedomo, Go, diketahui masih menjajakan bubuk kopi dengan cara dipanggul dan berkeliling di daerah kampung-kampung hingga Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Proses awal pendirian bisnis kopi Kapal Api bukanlah hal yang mudah bagi Go maupun Soedomo. Ketika Soedomo semakin dewasa, Go diketahui menyuruhnya untuk mencari penghasilan lain.

Ketika itu, Soedomo Mergonoto diketahui sempat bekerja di perusahaan vulkanisasi ban dengan tugas untuk mengerok ban-ban bekas. Bahkan, merujuk situs linkumkm.id, demi menambah penghasilan, Soedomo juga sempat menjadi kernet bemo.