Artikel terkini-Presiden Joko Widodo menyatakan, Indonesia terhormat menjadi negara pertama yang dikunjungi oleh Presiden Republik Demokratik Timor Leste Jose Ramos Horta setelah menjabat sejak 20 Mei 2022.
Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka pertemuan pleno antara delegasi Indonesia dan Timor Leste di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (19/7/2022).
“Selamat datang di Indonesia Presiden Ramos Horta dan delegasi, merupakan kehormatan bagi Indonesia menerima kunjungan luar negeri pertama Presiden Ramos Horta,” kata Jokowi, dikutip dari tayangan akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa.
Sementara itu, Ramos Horta menyampaikan bahwa sebuah kehormatan baginya dapat berkunjung ke Indonesia di masa pemerintahan Jokowi.
Ramos Horta pun bercerita, ia sudah berkali-kali datang ke Indonesia sejak tahun 1974 ketika ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri saat itu, Adam Malik.
Dalam pertemuan ini, Jokowi didampingi oleh sejumlah menteri, yakni Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Diketahui bahwa pada saat itu dari Kota Kupang dan Dili akan dilayani bus Damri di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan. Model bisnis layanan Damri pada rute itu masih dikaji.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hendak menaiki tangga pesawat di Bandar Udara Eltari, Kota Kupang, NTT, pada Rabu (20/7/2022). Selanjutnya, ia bersama rombongan terbang ke perbatasan Indonesia dan Timor Leste di Kabupaten Belu.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi langsung menindaklanjuti hasil pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Timor Leste Ramos Horta di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (19/7/2022) kemarin. Pada Rabu (20/7/2022) petang, Budi mendatangi pos perbatasan Indonesia dan Timor Leste untuk memantau kesiapan percepatan konektivitas antara kedua negara.
Dengan menggunakan pesawat khusus, Budi terbang ke Kota Kupang, ibu kota Provinsi NTT, kemudian ke Atambua di Kabupaten Belu. Dari Atambua dilanjutkan dengan kendaraan darat ke Pos Lintas Batas Negara Terpadu Motaain. Pos tersebut berjarak sekitar 113 kilometer dari Dili, ibu kota Timor Leste, dan berjarak 295 kilometer dari Kota Kupang.
