Gubernur Ganjar Pranomo Menerapkan Gerakan Jateng Di Rumah Saja

Berita terkini- Gubernur yang dikenal dekat dengan kaum milenial, Ganjar Pranomo baru saja menerapkan ‘Gerakan jateng di rumah saja’ per tanggal 6-7 Februari 2021.

Gereakan tersebut mengharuskan semua nasyarakat Jawa Tengah untuk tetap berada dirumah masing-masing selama weekend.

Namun, kebijakan tersebut menuai kritikan khususnya dari kaum pedagang pasar tradisioanal dan meminta Ganjar meninjau ulang kebijakan tersebut.

Jateng Di RRumah Saja

Kebijakan ini merupakan kata lain dari lockdown weekend yang hendak diterapkan oleh beberapa provinsi yang memiliki kasus positif covid-19 yang relatif tinggi.

Gerakann Jateng di rumah saja merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk menekan angka penyebaran covid-19 dengan berada di rumah selama akhir pekan.

Kebijakan ini mencakup penutupan beberapa ruas jalan, cae free day, tempat-tampat perbelanjaan, tempat wisata dan bahkan pasar tradisional.

bernagai aksi protes pun mulai berdatangan, khususnya dari pihak pedagang pasar tradisional. Karena menurut mereka akhir pekan merupakan hari panen penjualan bahan pokok.

Jika pasar harus ditutup pada hari sabtu dan minggu maka dapat dipastikan para pesagang bakal merugi besar.

Ketua paguyuban pasar Jateng, Suwanto menyebutkan bahwa terdapat 1.300 pasar tradisional dan 350 ribu pedagang di Jawa Tengah.

Sehingga dari data tersebut bisa diperhitungkan kerugian yang akan dialami selama penutupan pasar diakhir pekan.

Selain itu, kebijakan ini juga secara otomatis berdampak kepada para petani, pemasok barang, kuli dan sumber penghasilan masyarakat menengah kebawah lainnya.

Oleh karena itu, pihak pasar tradisional berharap dapat memberikan kebijakan yang adil kepada pasar untuk tetap diberikan izin beroperasi seperti biasanya.

Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri pun turut serta mendesak pemerintah agar tak hanya menetapkan kebijakan, tetapi juga memberikan solusi yang konkret.

Tanggapan Gunernur Jateng

Menanggapi pendapat dari pihak masyarakat tersebut, Gubernur Ganjar menwgaskan bahwa kebijakan tersebut sebagai respon terhadap pernyatan Presiden tentang kegagalam PPKM dan angka positif yang terus meningkat.

Dengan kebijakan ini, masyarakat diharapkan terlibat lebih aktif dalam menekan penyebaran pandemi ini.

Meskipun kebijakan ini sudah diedarkan untuk dipatuhi, namun beberapa pemerintah kota maupun kabupaten mengambil kebijakan khusus.

Misalnya kota salatiga tetap menerapkan program tersebut, namun dengan pengecualian kepada pedagang pasar tradisional.

Jadi memang tempat-tempat perbelanjaan seperti indomart,alfamart dan tenpat olahraga semwntara akan ditutup pada saat akhir pekan.

Posted by userlogin