Covid-19 Bermutasi Di Inggris, Tetap Waspada

Kabar terkini- Baru-baru ini dunia dihebohkan dengan kabar Covid-19 yang bermutasi di Inggris.

Varian virus baru ini menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Inggris untuk menutup penerbangan internasional guna mencegah penyebarannya.

Covid-19 Bermutasi Di Inggris

Virus corona yang disebut bermutasi di Inggris tersebut dinamakan dengan B.1.1.7 oleh ilmuwan dari konsorsium genomik Inggris.

Virus B.1.1.7 ini dikaitkan dengan peningkatan signifikansi kasus harian Covid-19 di beberapa wilayah di Inggris.

Berdasarkan laporan resmi dari European Center for Disease Contorl and Prevention, varian virus ini banyak ditemukan di daerah Kent, terutama pada kelompok usia lebih muda dari 60 tahun.

Selain di daerah Kent, virus yang bermutasi ini juga banyak ditemukan di Wales yang didominasi oleh kelompok usia 41 tahunan.

Sampai saat ini investigasi masih dilakukan, sehingga belum ada laporan tentang tingkat kematian dari varian virus yang baru bermutasi tersebut.

Investigasi yang sedang dilakukan oleh pihak Inggris tersebut diberikan judul Preliminary genomic characterisation of emwrgent SARS-coV-2 lineage in the UK defined by novel set of spike mutation.

Studi tersebut mengatakan bahwa varian jenis baru ini muncul akibat adanya perubahan genetik pada protein spike yang menginfeksi inang.

Perubahan genetik ini dibagi menjadi tiga bagian, mutasi pertama terjadi akibat disekuens asam amino yang meningkatkan resiko penularannya.

Penularan virus baru ini lebih tinggi tingkat penularannya daripada virus sebelumnya, dengan tingkat penularan 40% hingga 70%.

Semnetara kedua adalah, adanya delesi atau hilangnya asam amino pada urutan ke 69 dan 70 protein spike.

Kemudian mutasi yang terakhir adalah perubahan asam amino pada daerah gugus fungsi penting protein SARS-CoV-2. Varian baru ini dikabarkan juga ditemukan di negara-negara lain seperti Belanda, Italia bahkan sampai ke Australia.

Salah satu cara untuk mendeteksi virus yang bermutasi ini adalah PCR yang menggunakan materi genetikanya.

Sementara untuk mendeteksi adanya virus corona, materi genetik tersebut harus dilipatgandakan untuk mencapai batas ambang tertentu.

Batas ambang tertentu tersebut adalah sebagai siklus dan dalam medis dilambangkan dengan Ct.

Posted by userlogin