Jokowi Bertemu Trump dan PM Rutte Bahas Penanggulangan Terorisme

Jokowi Bertemu Trump dan PM Rutte Bahas Penanggulangan Terorisme

Kabar Terkini – Penanggulangan terorisme menjadi tema bahasan pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. Jokowi menginginkan kerja sama penanganan terorisme ditingkatkan.

Dalam pertemuan dengan Trump di sela-sela penyelenggaraan KTT G20 di Hamburg, Jerman, Jokowi mengemukakan apresiasinya kepada komitmen AS untuk tidak memusuhi Islam dan bekerja sama dengan negara muslim dalam memerangi terorisme.

Hal tersebut sesuai dengan hasil Riyadh Summit pada bulan Mei yang lalu yang di hadiri juga oleh kedua pemimpin itu.

“Menyusutnya pergerakan ISIS di Syria dan Iraq mengharuskan kita memberikan perhatian ekstra pada pergerakan mereka di daerah lain, termasuk juga Asia Tenggara. Penyerangan dan pendudukan kelompok teroris di Marawi, Filipina adalah bukti meningkatnya ancaman terorisme, “ujar Presiden Jokowi kepada Trump di ruang pertemuan bilateral Hamburg Messe Und Congress seperti diambil dari keterangan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Sabtu (08/07/2017).

Karena itu Jokowi mengharapkan kerja sama penanggulanan terorisme ditingkatkan lewat pertukaran informasi intelijen, penghentian aliran dana, pemberdayaan masyarakat moderat dan penyebaran kontra narasi bisa dikerjakan oleh kedua negara.

Pembahasan tentang peningkatan kerja sama penanggulangan terorisme juga dibicarakan dalam pertemuan terpisah Jokowi dengan PM Rutte. Jokowi dalam pertemuan berbicara tentang makin maraknya radikalisme dan beberapa tindakan terorisme di beberapa wilayah dunia termasuk di Asia dan Eropa.

Serangan terorisme yang berlangsung di Marawi menurut Jokowi yaitu contoh nyata penyebaran ideologi radikal. Bahkan beberapa bagian kota Marawi hingga saat ini masih tetap diduduki sehingga beberapa ratus ribu penduduk terpaksa mengungsi.

“Serangan dan pendudukan kota Marawi ini jadi wake-up call buat kita semuanya tentang semakin tingginya bahaya terorisme, “tutur Jokowi dalam pertemuan di Hotel Steigenberger, Hamburg, Jerman.

Kondisi ini dianggap bisa meneror stabilitas kawasan. Karenanya, Indonesia berinisiatif membuat pertemuan tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia dan Filipina.

“Untuk menyatukan langkah dan kerja sama tiga negara memberantas terorisme, “ucap Jokowi.

Pendanaan tindakan terorisme sambung Jokowi juga menjadi hal yang serius. Karenanya Belanda dan Indonesia mesti tingkatkan kerja sama untuk menghentikan pendanaan bagi gerakan radikal dan terorisme.

Dalam pertemuan ini, Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong, Duta Besar Indonesia untuk Jerman Fauzi Bowo serta Staf Spesial Presiden Ari Dwipayana.