Kabar Terkini – Fenomena hujan es di negeri tropis, seperti Indonesia ternyata merupakan hal yang biasa. Walau sering terjadi, ternyata ada juga faktor penyebab munculnya hujan es menjadi sering. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Prof Thomas Djamaluddin mengatakan mekanisme yang diduga memicu hujan es itu efek pemanasan kota.
Pemanasan kota kemudian mendorong uap air naik semakin meninggi. Saat uap air mencapai ketinggian tertentu dan bersuhu sangat dingin, umumnya bisa terjadi proses pengkristalan. Efek pemanasan kota membuat gaya dorong uap air ke atas sangat kuat sehingga mencapai titik tersebut. Pada beberapa daerah, kondisi tersebut disertai puting beliung, Saat kondisi angin di sekitar memungkinkan untuk hujan es dan ini biasanya terjadi di masa peralihan dari musim hujan ke kemarau atau sebaliknya.

Thomas menyebutkan pemanasan kota berbeda dengan pemanasan global. Namun pemanasan kota juga merupakan faktor pemicu pemanasan global. Sebelum hujan es terjadi, pada umumnya suhu kota akan lebih panas sepanjang hari. Saat kondisi tersebut telah terasa, kemudian terbentuk awan hujan atau kumulonimbus (Cb), maka kemungkinan besarnya es atau air yang mengkristal akan turun menghujani kota.
Hujan es memang sebenarnya relatif tidak merusak. Tetapi tentu saja akan terasa sakit apabila mengenai tubuh seseorang. Belum lagi angin kencang yang umumnya menyertai dan membuat pohon bertumbangan.
Cara untuk mengatasinya yaitu dengan mengurangi efek pemanasan kota dengan menambah vegetasi, katakanlah penghijauan hutan kota di sekitar pemukiman perlu ditambah. Jadi dengan penghijauan, pemanasan kota cenderung dapat dikurangi.
