Pulau Kecil Banyuwangi yang Tidak Tersentuh

Pulau Kecil Banyuwangi yang Tidak Tersentuh

Kabar Terkini – Banyuwangi memiliki satu pulau kecil yang berada di Selat Bali. Pulau Tabuhan namanya yang tenang, pasir pantainya putih dan dijamin membuat jatuh hati. Apabila berlibur ke Banyuwangi sama saja dengan pergi ke Pantai Pulau Merah, Kawah Ijen, atau Green Bay, maka kali ini saya akan bercerita sedikit mengenai pulau kecil berpasir putih yang jauh dari keramaian wisatawan. Namanya Pulau Tabuhan yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Banyuwang, terletak di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Dengan bekal petunjuk dari warga setempat, saat itu saya sedang berlibur dengan keluarga bersemangat mencari pulau itu, maklum kami tidak begitu menyukai pergi ke pantai yang ramai wisatawan. Perjalanan dari Surabaya yang jauh sekitar 290 km atau 8 jam melalui jalur Pantura. Untuk menuju pulau Tabuhan kami mesti berhenti di Pantai Kampe, sebab akses yang direkomendasikan cuma melalui pantai itu.

Perjalanan menuju pulau itu ternyata juga sangat cantik. Sepanjang jalan sebelum sampai di Pantai Kampe kami melewati perkebunan kelapa yang dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara XII. Dekat perkebunan itulah pemberhentian pertama kami berada. Ketika tiba di tempat itu cuma ada tiga keluarga yang tengah snorkling dan bermain. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Pantai Kampe dan Pulau Tabuhan terkenal dengan aktifitas snorklingnya, airnya yang jernih dan ombak yang tidak terlalu besar menjadi daya tarik dari pantai dan pulau itu.

Ketika sampai kami langsung dihampiri dua nelayan setempat, ‘mau ke Pulau Tabuhan ya?’ kami menjawab ya. Kemudian nelayan langsung menawarkan perahunya yang dipakai menyeberang. Harga yang dipatok untuk pulang pergi dari pulau itu sekitar Rp 500 ribu, tapi harga bisa berubah tergantung waktu kita berkunjung. Naik ke perahu kami diberi life jacket untuk keamanan, perahu yang disewakan yaitu perahu nelayan yang umumnya cuma muat 10 sampai 15 orang. Perjalanan dari pantai Kampe ke Pulau Tabuhan sekitar 15 sampai 30 menit.

Pengunjung yang berwisata ke Pulau Tabuhan memang dianjurkan membawa bekal makanan sebab tidak ada satupun warung atau penjual makanan di sekitar tempat wisata itu. Jika mau makan siang pengunjung dapat membawa makanan dari rumah, tentu saja sampah mesti dibawa kembali supaya pantai tetap bersih. Dan jika mau melakukan snorkling, pengunjung dapat meminjam alatnya sama nelayan-nelayan setempat. Bukan cuma snorkling, pengunjung yang mau menikmati sunrise di Pulau Tabuhan juga bisa menginap dengan cara berkemah.