Virus Flu Burung Ganas Melanda China dan Susah Dideteksi

Virus Flu Burung Ganas Melanda China dan Susah Dideteksi

Kabar Terkini – Virus flu burung H7N9 yang melanda di China diklaim lebih ganas dan sulit untuk dideteksi sehingga bisa menyebabkan flu burung akan semakin meningkat dari yang diperhitungkan. Matthew Stone, dari bagian Internasional Standards and Science, World Organisation for Animal Health (OIE) menyebutkan virus flu burung H7N9 tergolong susah dideteksi pada unggas. Akibatnya para peternak susah mendeteksi unggas yang dipelihara terkena infeksi apa tidak.

Stone juga mengungkapkan gejala yang diperlihatkan unggas juga sangat sedikit ketika terinfeksi H7N9. Inilah alasan mengapa banyak manusia yang terkena infeksi dan meninggal. Tapi laporan kasus flu burung dari peternakan jarang diterima. Pada bulan Januari 2017 lalu telah tercatat 79 orang meninggal dunia akibat virus flu burung H7N9 di China. Pemerintah setempat prihatin akan ada lebih banyak korban yang meninggal dan memprediksi kalau wabah tahun ini dapat menjadi yang terburuk.

Hal tersebut dikarenakan jumlah korban yang meninggal bulan Januari 2017 dengan angka kematian lebih tinggi sampai empat kali lipat untuk bulan yang sama di tahun lainnya. Komisi Kesehatan Nasional China mencatat dari bulan Oktober 2016 telah terdapat sekitar 100 orang yang meninggal akibat flu burung.

Sebenarnya virus H7N9 sulit menginfeksi manusia, tapi bisa sangat fatal apabila telah terinfeksi. Hal ini yang membedakan wabah flu burung di China dibandingkan dengan Korea Selatan, dimana virus H5N6 yang menyebabkan kematian 26 juta unggas, tapi tidak adanya korban manusia. Sebagian besar kasus infeksi H7N9 dipercaya terjadi di pasar. Direktur State Key Laboratory University Hongkong mengungkapkan resiko infeksi akan bertambah parah dengan adanya musim flu pada bulan Januari sampai Februari. Dengan banyaknya manusia yang terkena infeksi bisa menandakan virus menyebar secara aktif.