Tim Pemantau Ahok Diduga Terlibat Keributan di TPS Petojo Utara

Tim Pemantau Ahok Diduga Terlibat Keributan di TPS Petojo Utara

Kabar Terkini – Keributan yang sempat terjadi di TPS 18 RW 07 Kelurahan Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat. Keributan terjadi karena tim pemantau dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersama Djarot Syaiful Hidayat mempermasalahkan baju kotak-kotak yang tidak dipakai oleh saksi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes argo Yuwono membenarkan adanya insiden yang terjadi sekitar jam 11.20 WIB tadi siang. Keributan berawal saat AS yang juga anggota DPRD DKI datang ke lokasi dan menegur saksi di TPS sebab tidak memakai baju kotak-kotak.

Argo juga mengatakan saksi yang menjawab di TPS itu dilarang oleh Panwas untuk memakai baju kotak-kotak. Mendengar jawaban dari saksi itu, AS kemudian marah sehingga terjadi adu mulut. Panwas yang terdapat di TPS 18 kemudian mengusir AS sebab memakai baju kotak-kotak berwarna merah. AS juga sempat dipukuli warga sekitarnya. Kehadiran yang bersangkutan (AS) di lokasi TPS 18 RW 07 Kelurahan Petojo Utara adalah sebagai pemantau dari paslon no urut 2.

AS kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Metro Gambir. Tidak lama berselang sekitar jam 11.50 WIB, lima orang pria memakai baju kotal-kotak mendatangi TPS itu. Kemudian terjadilah pemukulan terhadap Boby, Ketua RW 07. Ada salah satu pelaku yang bertanya ‘siapa yang memukul abang saya’, kemudian orang itu memukul Pak RW. Pelaku yang memukul ketua RW itu diketahui berinisial MS (47), adik dari AS.

Melihat MS memukuli Ketua RW, warga menjadi marah. Warga kemudian mengeroyok MS di sekitar TPS itu. Ketua RW mengalami luka pada bagian pipi karena terkena pukulan dari MS dan sudah dibawa ke RS Cikini. Kemudian berdasarkan informasi, AS membuat laporan atas kejadian itu.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menyebutkan kalau kejadian itu merupakan insiden kecil dan meminta supaya tidak dibesar-besarkan. Itu hanya insiden kecil yang artinya cuma lingkup di sekitar kelurahan saja. Pihaknya akan menindak lanjuti jika yang merasa dirugikan dalam insiden ini membuat laporan polisi.