Kabar Teknologi – Yahoo secara terbuka mengaku kalau beberapa stafnya mengerti fakta kalau mereka sudah alami pelanggaran data besar saat peretasan berlangsung pada 2014 oleh seorang hacker yang disponsori negara.
Kabar kalau sebagian karyawan perusahaan tahu mengenai hilangnya data pemakai itu diungkapkan pada penyelidikan independen yang melihat kedalam pelanggaran keamanan yang berlangsung dua tahun lalu. Yahoo juga merilis satu pengajuan baru dengan Securities and Exchange Commission AS sepanjang penyelidikan dimana ia mengakui tahu kalau mereka sudah alami pelanggaran keamanan oleh hacker yang disponsori negara.
“Pada akhir Juli 2016, peretas mengklaim sudah peroleh data pemakai Yahoo tertentu. Setelah menyelidiki klaim ini dengan dukungan ahli forensik luar, perusahaan tak dapat menunjukkan klaim peretas. Setelah penyelidikan ini, perusahaan secara intensif membahas lebih luas serta berkepanjangan jaringan serta keamanan data perusahaan, termasuk juga peninjauan akses sebelum jaringan perusahaan dengan aktor yang disponsori negara kalau perusahaan sudah di ketahui pada akhir 2014,” sekian pernyataan Yahoo dalam surat pengajuannya.
“Berdasarkan penyelidikan lebih lanjut dengan pakar forensik luar, perusahaan memaparkan pada Insiden Keamanan pada 22 September 2016 serta mulai memberitahu pemakai yang punya potensi terserang dampak, regulator, serta pemangku kebutuhan yang lain,” sekian isi mengajukan baru Yahoo.
Yahoo bisa hadapi beberapa tuntutan hukum sebagai akibatnya karena pelanggaran keamanan serta langkah dimana ia sembunyikan berita peretasan dari para penggunanya. Sekarang ini 23 kasus terpisah sudah diserahkan pada perusahaan atas permasalahan ini serta jumlah ini peluang dapat bertambah lantaran rincian selanjutnya seputar masalah mulai bermunculan.
Perjanjian USD4, 8 miliar dengan Verizon untuk beli Yahoo dapat juga dalam bahaya serta tak jelas apakah perusahaan telekomunikasi ini masih bakal bertahan atau coba mundur dari perjanjian akuisisi. Diskon yang penting dapat juga berlangsung mengingat Verizon tak mengerti pelanggaran keamanan sebelum menyepakati untuk beli mantan raksasa dot-com tersebut .
