Korban Binomo Bertambah Terus, Kali Ini Korban Miliaran di Medan

Kabar terkini- Meskipun Indra Kenz sang afiliator binomo telah ditahan oleh polisi, namun korbannya satu per satu mulai melaporkan diri pada pihak kepolisian. Tergiur keuntungan besar dalam waktu cepat, dua warga Kisaran dan Medan, Sumatera Utara kehilangan ratusan juta rupiah karena ikut Binomo dan Quotex.

Mereka juga harus menjual mobil, kehabisan uang tabungan, hingga hampir cerai dengan istrinya. Hingga akhirnya mereka sadar telah ditipu. Mereka membuat laporan ke Polda Sumut dan beharap agar uangnya bisa kembali dan tak ada lagi yang menjadi korban penipuan melalui trading bareng.

Pria bertubuh gempal warga Kisaran enggan menyebutkan namanya. Dia memilih agar hanya disebutkan inisialnya saja, VA. Dia mengaku ikut bermain Binomo dan Quotex sejak Agustus. Dia tergiur keuntungan besar dalam waktu cepat setelah melihat apa yang disampaikan atau dipamerkan para terlapor berinisial J alias NW di YouTube.

Nasib Korban Binomo?

Korban yang satu ini kehilangan uangnya setelah melakukan deposit (dikirim) melalui BRI, dengan total kerugian Rp 250 juta. adapun kronologinya adalah dengan diberikan menang sekali dan kalah seterusnya. Dia mengaku pertama kali mengirimkan deposit sebesar Rp 14 juta.

Pernah sekali dia mengirimkan deposit sebanyak Rp 14 juta, kemudian Rp 15 juta dan Rp 15 juta dalam satu hari. Sang istri tidak tahu selama ikut Binomo dan Quotex, istri maupun keluarganya yang lain tidak mengetahui. Istrinya mengetahui setelah dia menjual mobilnya, Ford Everest.

Setelah tabungan habis, awalnya bukan saya jual mobil, tapi saya leasing-kan. (uangnya) untuk Binomo. Uang dari leasing habis, kemudian tak cuma mobil dan tabungan habis, dia pun harus menutup usaha rumah makan yang sudah dirintisnya sejak 2011.

Hal tersebut dikarenakan tidak ada lagi modal atau uang yang bisa diputar. Bulan dua kemarin tutup rumah makan saya. Karena tak bisa berputar lagi. Uang tak ada lagi. Hal serupa diungkapkan RM. Dia ikut Binomo sejak September 2021 dan berhenti pada Februari 2022.

Meskipun deposit yang dikirimkan paling tinggi Rp 12 juta, namun total uang yang sudah hilang mencapai Rp 380 juta. Dikatakannya, pada awal-awal ikut, dia ikut bergabung dalam grup Telegram. Di grup itu, dia ”diajari’ sampai profit. Dia juga ikut trading bareng dengan afiliator.

Saat itu dia sempat melihat afiliator itu loss namun yang disalahkan karena sudah sore, pasar sedang turun, sinyal tidak bagus dan alasan lainnya. Di bulan Desember dia pernah merasa curiga dengan Binomo. Namun dia terus termotivasi untuk terus bermain karena ingin mengembalikan kekalahan yang sudah dideritanya.

Saat loss, dia pernah menyampaikannya kepada afiliator dan dijawab bahwa akan dikembalikan namun setelah kemudian hari ditanyakan, afiliator itu susah dihubungi dan seolah membuatnya bosan. Setelah itu, dia berganti mentor. Mentor yang baru, kata dia, menjelaskan dengan jujur bahwa uang yang sudah loss, tidak bisa diganti.