Kabar Terkini- Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menambahkan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru ke dalam daftar program investasi. Adapun inisiatif tersebut guna mempersiapakan Indonesia emas tahun 2045.
KEK yang baru ditetapkan ini terdiri dari KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten serta KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Jokowi Tetapkan Dua KEK Baru
KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten
Adapun yang pertama adalah KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024. KEK ini berlokasi di Kabupaten Tangerang dan diusulkan oleh PT Surya Inter Wisesa (SIW), anak perusahaan PT Bumi Serpong Damai (BSD).
Dengan luas area mencapai 59,68 hektar, KEK ini ditargetkan untuk merealisasikan investasi sebesar Rp 18,8 triliun ketika beroperasi penuh. Diharapkan, KEK ini mampu menyerap tenaga kerja hingga 13.446 orang, serta berfungsi sebagai pusat pendidikan internasional. Salah satu institusi pendidikan yang akan beroperasi di kawasan ini adalah Monash University, yang dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di dunia.
KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam
Kemudian KEK kedua yang baru ditetapkan adalah KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam, yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2024. KEK ini diusulkan oleh PT Karunia Praja Pesona, dengan target realisasi investasi sebesar Rp 6,91 triliun dan potensi penyerapan tenaga kerja sebanyak 105.406 orang.
Apollo Hospital India, sebagai investor utama, berkomitmen untuk membangun layanan kesehatan berstandar internasional dan meningkatkan sektor medical tourism di Batam. Pembangunan KEK ini ditargetkan selesai dan beroperasi pada tahun 2026, di mana diharapkan dapat menghemat devisa hingga Rp 500 miliar.
Saat ini, terdapat 22 KEK di seluruh Indonesia. Sejak berdirinya KEK hingga bulan Juni 2024, total investasi yang berhasil dicatat mencapai Rp 205,2 triliun. Penyerapan tenaga kerja di seluruh KEK juga menunjukkan angka yang signifikan, dengan total mencapai 132.227 orang dan 368 pelaku usaha yang aktif beroperasi di dalam KEK.
Terakhir dengan penambahan dua KEK baru ini, pemerintah berharap dapat lebih meningkatkan iklim investasi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja, sekaligus memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan di Indonesia.
