Home / Berita / Tidak Ada AS, Masih Ada Rusia
Tidak Ada AS, Masih Ada Rusia

Tidak Ada AS, Masih Ada Rusia

Kabarterkini.biz – “China dapat beralih ke pasar Rusia untuk menggantikan produk-produk Amerika di tengah perang dagang yang sedang berlangsung dengan Washington,” ungkap Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Maksim Oreshkin.

Beijing menganggap Moskow sebagai mitra yang dapat diandalkan dan volume perdagangan antara kedua negara tumbuh di atas rekor tahun lalu sebesar US $ 108 miliar. Sementara Beijing dan Washington terlibat dalam perang dagang yang berlangsung angot, hubungan Tiongkok-Rusia sedang mengalami kebangkitan, dan ini dapat lebih meningkatkan perdagangan bilateral.

“Apa yang China beli di AS, kami sekarang secara aktif mendiskusikan pertanian dan sektor lainnya dengan mitra [China] kami untuk mengalihkan mereka ke pasar Rusia,” ucap Oreshkin.

Setelah ancaman Presiden AS Donald Trump mengakhiri gencatan senjata yang goyah antara kedua belah pihak, pemerintah China memerintahkan penghentian pembelian produk pertanian AS awal pekan ini. Langkah ini dianggap oleh banyak orang sebagai pukulan menyakitkan bagi Trump karena pemilih utamanya, petani, telah berjuang untuk mengatasi penurunan harga dan penjualan tanaman.

Pada bulan Juli, Kementerian Perdagangan China mengatakan sedang dalam pembicaraan dengan rekan-rekan Rusia untuk meningkatkan perdagangan bilateral, terutama dengan meningkatkan impor kedelai Rusia dan produk pertanian lainnya ketika Beijing mencoba untuk mendiversifikasi pasokan dari AS. Belakangan ini, Beijing menyoroti pembelian kedelai dari semua wilayah Rusia.

Pada 2018, omset perdagangan antara Rusia dan China mengalami pertumbuhan historis hampir 25%, mencapai $ 108 miliar. Sekarang kedua negara bahkan memiliki rencana yang lebih ambisius untuk menggandakan omset perdagangan dalam beberapa tahun ke depan.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369