Home / Kabar Terkini / Komplotan Modus Pinjam ATM Tipu Korbannya Hingga Rp 2 M
Komplotan Modus Pinjam ATM Tipu Korbannya Hingga Rp 2 M

Komplotan Modus Pinjam ATM Tipu Korbannya Hingga Rp 2 M

Kabar Terkini – Polres Metro Jakarta Barat mengamankan empat orang jaringan penipuan dengan modus meminjam kartu ATM untuk bertransaksi. Untuk meyakinkan calon korban, salah satu pelaku berpura-pura sebagai warga negara Brunei.

“Kita mengamankan empat pelaku sindikat penipuan dan pencurian kartu ATM. Salah satu pelaku berinisial S alias M berpura-pura sebagai orang Brunei yang akan menjual ratusan HP,” tutur Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Andi Adnan, dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Barat, Jln S Parman, Palmerah, Senin (14/08/2017).

Keempat orang itu mempunyai peran masing-masing saat beraksi. S dan IM berpura-pura ingin melakukan transaksi penjualan HP dengan harga ratusan juta rupiah.

“S yang mengaku orang Brunei meminjam ATM korban SY sebagai perantara transaksi, dengan iming-iming mendapatkan 15 persen. Supaya semakin yakin, IM memperlihatkan saldo kartu ATM-nya senilai 900 juta rupiah yang mau ditransfer. Yang ternyata, kartu ATM IM adalah dormant atau tidak aktif,” ucap Andi.

Sementara kedua pelaku lainnya yaitu SJ alias SR dan AZ alias OC. Mereka berperan menyiapkan rekening untuk ditransfer oleh S setelah berhasil menipu.

“SJ itu perantara yang menyiapkan no rekening. Orang yang membuat no rekening memperoleh imbalan satu juta. Sedangkan AZ mengumpulkan hasil transferan,” tambah Andi.

S bersama dengan korban menuju ATM untuk memeriksa saldo korban senilai Rp 170 juta. Disana, mesin ATM dioperasikan oleh S.

“Akhirnya S mengetahui PIN korban. Setelah itu, S menukarkan kartu ATM korban dengan kartu ATM lainnya,” sebut Andi.

Setelah berpisah dengan korban, S menguras uang tabungan korban. S mengirim uang ke beberapa rekening yang sudah disiapkan.

“Karena sudah melakukan itu sejak tahun 2014, kemungkinan kerugian sampai RP 2 miliar rupiah. Laporan Polisi di polres dalam kasus tersebut sudah sekitar 30 pada 2017. Jadi, korban mereka sudah puluhan,” ujar Andi.

Akhirnya, tiga hari lalu, kepolisian mengamankan keempat kawanan tersebut. Mereka diciduk di tempat terpisah di kawasan Kelapa Gading. Karena empat pelaku mencoba kabur. Maka dilakukan tindakan terukur dengan ditembak bagian kaki.

“Setelah kita kembangkan, dua orang masih DPO. Satu berperan sebagai supir dari IM, dan satu lagi adalah penjual kartu dormant di Surabaya,” terang Andi.

Pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP terkait penipuan. Ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369