Home / Kabar Terkini / Rencana Peledakan Pesawat di Australia Bermotif Teror Islamis
Rencana Peledakan Pesawat di Australia Bermotif Teror Islamis

Rencana Peledakan Pesawat di Australia Bermotif Teror Islamis

Kabar Terkini – Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull, menuturkan pelaku yang merencanakan peledakan pesawat komersial mempunyai motif teroris Islamis. Empat tersangka yang ditahan, masih terus menjalani pemeriksaan.

Berbagai media Australia melaporkan kalau para pelaku berencana meledakkan sebuah pesawat komersial dengan gas beracun atau bom rakitan yang disamarkan sebagai alat pencacah daging. PM Turnbull tidak mau mengomentari laporan itu, tapi mengakui rencana teror ini cukup ‘canggih’.

“Saya mesti menghormati integritas penyelidikan,” ujar PM Turnbull seperti dikutip AFP, Senin (31/07/2017).

“Tapi saya bisa katakan bahwa tentu kepolisian akan menyelidiki niat pelaku dan bagaimana mereka mengembangkan kemampuan itu. Jelas akan ada lebih banyak hal yang muncul beberapa hari ke depan. Rencana itu diduga memiliki motivasi teroris ekstremis, Islamis,” tuturnya.

Dalam konferensi pers bersama PM Turnbull seperti dikutip Reuters, Komisioner Kepolisian Federal Australia (AFP), Andrew Colvin memberikan pernyataan senada. “Kami percaya rencana teror ini merupakan terorisme yang terinspirasi Islamis. Tepatnya apa yang ada di balik ini semua, masih perlu kita selidiki secara menyeluruh,” ucapnya.

Media lokal Australia, seperti Sydney Morning Herald dan The Australian, melaporkan para pelaku rencananya memakai bom rakitan dan gas beracun dalam serangannya. Bom berisikan serpihan kayu dan material peledak dimasukkan ke dalam perlengkapan dapur, seperti alat pencacah daging.

Sedangkan sejumlah sumber yang dilansir The Australian menyebut, para pelaku rencananya memakai alat yang bisa mengeluarkan gas beracun mengandung sulfur. Alat tersebut disebut bisa membunuh atau membuat semua orang di dalam pesawat pingsan.

Secara terpisah, Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan memberikan pernyataan yang sama dengan PM Turnbull, yakni rencana teror ini ‘cukup canggih’. Empat pria yang diciduk pada Sabtu (29/07/2017) malam, merupakan dua pria Australia keturunan Libanon bersama kedua anak laki-lakinya.

Identitas keempat pria yang ditahan belum dirilis ke publik. Tapi pengadilan setempat pada Minggu (30/07/2017) malam, memperpanjang masa penahanan keempat tersangka hingga tujuh hari ke depan. Dakwaan pidana belum dijeratkan kepada para tersangka.

Comments are closed.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369