Home / Kabar Terkini / Menjadi Asisten Presiden di Gedung Putih, Ivanka Trump Tidak Akan Dibayar
Menjadi Asisten Presiden di Gedung Putih, Ivanka Trump Tidak Akan Dibayar

Menjadi Asisten Presiden di Gedung Putih, Ivanka Trump Tidak Akan Dibayar

Kabar Terkini – Sebelumnya Ivanka Trump diberitakan akan memiliki kantor sendiri di Gedung Putih meskipun tidak mempunyai jabatan tetap. Kabar paling baru juga mengatakan jika anak Presiden Donald Trump tersebut tidak jadi menerima posisi itu karena mendapatkan sejumlah kritikan. Tapi ibu tiga anak tersebut terlihat tidak putus asa. Dia tetap akan aktif di pemerintahan AS sebagai pengacara federal.

Menurut New York Times, Ivanka juga akan mempunyai jabatan baru yaitu Assistant to the President. Seperti sang suami, Jared Kushner, anak kedua Trump itu akan menjadi penasihat senior presiden tapi tidak mendapatkan bayaran untuk pekerjaan tersebut.

Perwakilan Gedung Putih menjelaskan kami sangat bahagia jika Ivanka Trump sudah dipilih untuk mengambil langkah yang belum terjadi sebelumnya sebagai First Daughter untuk mendukung Presiden. Pelayanan Ivanka sebagai pegawai tidak dibayar membantu memajukan komitmen kami kepada etika, transparasi, dan pemenuhan serta membuatnya bisa meningkatkan kesempatan memimpin inisiasi untuk kepentingan kebijakan masyarakat Amerika yang sebelumnya tidak ada.

Menjadi Asisten Presiden di Gedung Putih, Ivanka Trump Tidak Akan Dibayar

Dalam sebuah pernyataan, Ivanka juga menyebutkan kalau dia akan menaati peraturan. Wanita yang juga pebisnis itu juga mengetahui banyaknya kritikan orang-orang terhadap jabatannya yang sebelumnya sebagai penasihat presiden di bagian West Wing.

Sepeti dikutip People, Ivanka juga menyebutkan dirinya sudah mendengar keluhan orang-orang tentang aku menjadi penasihat presiden dengan kapasitas pribadiku sembari secara sukarela mematuhi semua peraturan etika dan aku mau bertugas sebagai pegawai tidak dibayar di Kantor Gedung Putih, tunduk kepada semua aturan seperti pegawai federal lainnya.

Ivanka juga sempat dikritik usai diumumkan menjadi penasihat Gedung Putih. Dua Senator dari Partai Demokrasi juga menulis surat untuk Kantor Etika Gedung Putih karena memberikannya jabatan yang tidak spesifik.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369