Home / Kabar Terkini / Penjelasan Sylviana Setelah Diperiksa Tujuh Jam di Bareskrim
Penjelasan Sylviana Setelah Diperiksa Tujuh Jam di Bareskrim

Penjelasan Sylviana Setelah Diperiksa Tujuh Jam di Bareskrim

Kabar Terkini – Sylviana Murni mengatakan ada kekeliruan mengenai pemeriksaan yang dilakukan penyidik Bareskrim Polri terhadap dirinya. Menurut Sylvi, kekeliruan yang dimaksud tentang dana bantuan sosial (bansos) yang seharusnya merupakan dana hibah.

“Tapi pada surat panggilan adanya kekeliruan, yakni di sini mengenai pengelolaan dana bansos Pemprov DKI Jakarta, yang benar ini bukan dana bansos, tapi ini merupakan dana hibah,” kata Sylviana di kantor Bareskrim Polri di Gedung Ombudsman RI, Jln HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (20/1/2017).

Kemudian Sylviana menunjukkan dokumen surat panggilan itu supaya semuanya bisa jelas. Menurut Sylviana, dana hibah itu didasari Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 235 Tahun 2014. Sylviana mengungkapkan saat itu Gubernur DKI Jakarta dijabat oleh Joko Widodo. Pada tanggal 14 Februari 2014 yang menandatangani adalah Gubernur DKI Jakarta pada masa itu, Pak Joko Widodo. Di sana disebutkan bahwa biaya operasional pengurus Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi DKI Jakarta dibebankan kepada anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD melalui belanja hibah.

Berbekal hal itu, menurut Sylviana, dana yang dipakai bukanlah dana bansos, melainkan dana hibah. Sylviana juga menegaskan dana yang dipakai tersebut sudah diaudit.

“Jadi sudah jelas ini bukan bansos, tapi hibah. Selanjutnya dana yang diberikan Rp 6,8 miliar dan saya sudah melakukan, pertama teman-teman seluruh pengurus kwarda, ini jelas ya bahwa ini untuk kepengurusan 2013 sampai dengan 2018. Dari hasil kegiatan kita pada 2014, di sini jelas sekali bahwa sudah ada auditor independen,” jelasnya.

“Jadi di sini saya punya kantor akuntan publik terdaftar yang menyatakan kalau kegiatan semua ini adalah wajar. Jadi di sini disampaikan laporan audit atas laporan keuangan gerakan Pramuka Kwarda Jakarta 2014 sudah kami audit dengan nomor laporan sekian pada tanggal 22 Juni 2014 dengan pendapat wajar. Selanjutnya saya juga mau menyampaikan kalau dari dana tersebut yang 6,8 (miliar), kami ada yang tidak bisa dilaksanakan karena berbagai hal. Antara lain masalah waktu dan sebagainya. Ini ada bukti pengembalian kepada kas daerah sejumlah Rp 801 juta. Ini pengembaliannya,” tambah Sylviana.

Sebelumnya Bareskrim Polri memeriksa Sylviana terkait dengan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial DKI Jakarta di Kwarda Pramuka DKI pada 2014/2015. Pemeriksaan ini adalah yang pertama kali untuk Sylviana. Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Baharkam Polri menyatakan pemeriksaan Sylviana dilakukan karena yang bersangkutan dianggap mengetahui informasi mengenai bantuan sosial tersebut.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369