Home / Kabar Terkini / Hak Poliitk Ahok Tidak Hilang Walau Jadi Tersangka Kasus Nista Agama
Hak Poliitk Ahok Tidak Hilang Walau Jadi Tersangka Kasus Nista Agama

Hak Poliitk Ahok Tidak Hilang Walau Jadi Tersangka Kasus Nista Agama

Kabarterkini.bizKabar Terkini, Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi tersangka di tengah persaingannya menjadi gubernur DKI Jakarta. Walau berstatus menjadi tersangka bukan berarti hak politik petahana itu sirna. Ahok masih dapat turut serta dalam hajat demokrasi pada 2017 bersama pasangannya Djarot Saiful Hidayat.

“Penetapan Ahok sebagai tersangka dugaan kasus penistaan agama tidak serta merta menghilangkan hak politik Ahok sebagai salah satu pasangan calon,”ucap Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Muradi.

Menurut dia, Ahok dan Djarot telah ditetapkan KPU sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI. Penetapan itulah yang membuat Ahok mempunyai hak berpolitik sampai penetapan gubernur ditentukan KPU pada Maret 2017 nanti.

Aturan itu tertuang dalam Pasal 88 Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. “Tapi kenapa tidak hilang hak politik dia. Ini upaya ada rasa keadilan. Makannya itu tidak serta merta hilang. Kecuali kalau misalkan belum ditetapkan atau berstatus bakal calon gubernur itu otomatis hilang,”jelasnya.

Lalu dia memberikan perumpamaan kalau mana Ahok dan Djarot menang pada Pilkada DKI Jakarta sesudah ditetapkan. Kepolisian bisa langsung menahan Ahok lantaran hak demokrasi sudah dilalui. Itupun kalau telah berkekuatan hukum tetap.

“Kepolisian punya hak menahan Ahok. Kalau Ahok menang otomatis statusnya itu Gubernur non aktif dan Djarot naik jadi Gubernur sementara. Kenapa nonaktif? karena hukuman dugaan penistaan agama enggak bakal lebih dari lima tahun. Ancamannya aja lima tahun penjara,”ucapnya.

Dia menganggap, peluang Ahok untuk dapat menduduki kursi Gubernur DKI juga masih berkesempatan besar walau mempunyai status hukum. “Ini bisa dilihat dalam konteks strategi politik bisa jadi akan menguntungkan Ahok dan pasangannya. Karena dengan begitu secara faktual, pasangan Ahok dan Djarot bakal mempunyai kesempatan yang lebih besar peliputan media dan diperbincangan oleh publik lebih banyak dibandingkan pasangan lain,”katanya.

Hal ini bakal menjadi keuntungan tersendiri bagi Ahok dan pasangannya. Pekerjaan rumah bagi tim sukses pasangan yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, Golkar, dan Nasdem merupakan bagaimana peliputan dan pembahasan mengenai Ahok itu bisa dikelola dengan baik. “Apalagi peluang itu makin terbuka kalau kemudian gagasan mengenai pengadilan yang terbuka dan disiarkan langsung oleh televisi dan media lainnya benar-benar dilakukan,”jelasnya.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369