Home / Kabar Terkini / Komentar Pimpinan KPK Mengenai Putusan Hakim Dalam kasus Suap di Kejati DKI
Komentar Pimpinan KPK Mengenai Putusan Hakim Dalam kasus Suap di Kejati DKI

Komentar Pimpinan KPK Mengenai Putusan Hakim Dalam kasus Suap di Kejati DKI

Kabarterkini.bizKabar Terkini, Jakarta – Wakil Ketua Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menganggap, putusan hakim dalam perkara suap dua pejabat PT Brantas Abipraya tidak membuktikan adanya meeting of mind, atau kesepahaman antara pemberi dan calon penerima suap.

Dengan demikian, menurut Alex, perbuatan suap sudah dinilai sempurna oleh hakim cuma dari sisi pemberi suap.

Pemberi suap bisa dipidana walau tidak ada pihak yang ditetapkan sebagai penerima suap.

“Kalau yang saya baca dari pertimbangan hakim, sempurna itu bukan lantaran terjadi meeting of mind, tapi sempurna dari sisi pemberi. Lantaran ada keinginan pemberi untuk memberikan uang kepada jakrta,”ucap Alex.

Menurut Alex, dalam perkara suap dua pejabat PT Brantas, calon penerima suap yakni, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Sudung Situmorang dan Asisten Pidana Khusus Kejati DKI Tomo Sitepu, belum pasti mengetahui keinginan dua pejabat PT Brantas untuk memberi uang.

Dalam insiden ini, perantara suap bernama Marudut dibekuk oleh petugas KPK saat membawa uang yang rencananya bakal diberikan kepada Sudung Situmorang dan Tomo Sitepu.

Uang itu berasal dari dua pejabat PT Brantas, yakni Dandung Pamularno dan Sudi Wantoko.

Keduanya berupaya menyuap jaksa untuk menghentikan pendiyidikan perkara korupsi di internal PT Brantas yang tengah ditangani oleh Kejati DKI.

Walau demikian, menurut Alex,tidak menutup kemungkinan kasus itu bakal dilanjutkan apabila penyidik KPK menemukan bukti-bukti yang cukup untuk menetapkan calon penerima suap sebagai tersangka.

“Sedang kami lihat lagi, kemarin telah dipaparkan oleh penyidik. Nanti kami coba lihat lagi lah, apakah ada bukti-bukti lain atau tidak,”ucap Alex.

Sebelumnya, dalam persidangan terhadap dua pejabat PT Brantas, Majelis Hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta menganggap kalau perbuatan suap sudah terlaksana dengan baik, walau penerima suap belum menerima uang yang telah berada di tangan perantara suap.

Majelis Hakim tidak sependapat dengan tuntukan jaksa penuntut KPK, yang menganggap kalau suap dari pejabat PT Brantas untuk Tomo dan Sudung sebagai perbuatan percobaan penyuapan.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369