Home / Kabar Terkini / Guru Yang Dianiaya Orang Tua dan Murid Mengalami Hidung Patah
Guru Yang Dianiaya Orang Tua dan Murid Mengalami Hidung Patah

Guru Yang Dianiaya Orang Tua dan Murid Mengalami Hidung Patah

Kabarterkini.bizKabar Terkini, Makassar – Dasrul (52), seorang guru yang dianiaya dan dikeroyok oleh orang tua dan murid masih dirawat di RS Bahayangkara, Makassar. Dia masuk rumah sakit sejak Kmis (11/8/2016) sekitar pukul 03.00 WITA lantaran merasa pusing ketika pemeriksaan cukup lama di Mapolsek Tamalate.

“Terganggu pernapasan. Ucap dokter, hidung saya patah akibat terkena pukulan. Penglihatan mata kiri juga terasa kabur,”ucap Dasrul, di RS Bhayangkara, Jumat (12/8).

Dasrul berkata, pemberitaan mengenai dirinya simpang siur. Muridnya berkata seolah-olah dia menginja-injak dan memukul keras sehingga datang ayahnya membalas.

“Saya memang menampak tapi tidak keras. Itu spontan lantaran keluar ucapan kotor dari mulut anak ini. Lalyu di luar beredar kalau saya menginjak-injak. Padahal kenyataan anak itu mulus aja, tidak ada bekas tendangan di pakaiannya,”ucap Dasrul.

Diketahui, penganiayaan berawal saat dia menegus MAS karena tidak membawa alat praktik gambar seperti yang ditugaskan kepada murid lainnya.

“Anak itu tidak terima ketika ditegus. Kemudian dia keluar masuk ruangan kelas dan mampir ke kantin. Saya tegur lagi, anak ini melotot, keluarkan ucapan dan menendang pintu. Saya refleks menampar Anak itu keluar ruangan dan menghubungi orangtuanya. Bukti anak ini sedikit nakal dari yang lain sebab dia bawa ponsel padahal itu tidak diperbolehkan di sekolah,”ucap Dasrul, di Mapolsek Tamalate, Rabu (10/8/2016).

Tidak berapa lama kemudian, siswa kelas 2 juruan arsitek itu datang bersama dengan orangtuanya. Ketika itu Dasrul akan ke erung kepala sekolah untuk mengurus sesuatu. Tetapi, tiba-tiba datang MAS dan berteriak. Ayah dan anak itu kemudian langsung memukul bagian wajah sang guru.

Sehingga pukulan mentah dua kali melayang ke bagian hidung Dasrul dan membuat keluar banyak darah. Usai menganiaya dan mengeroyok, keduanya kabur usai dihampiri oleh para murid lainnya.

Adnan mengaku spontan memukul Dasrul, tapi dia menolak kalau anaknya ikut memukul.

“Saya spontan memukul. Saiapa yang tidak kesal kalau anaknya dipukul,”kata Adnan.

Kapolsek Tamalate, Kompol Azis Yunus membernarkan insiden ini. Ucap dia, beruntung anggota Binmas berada tidak jauh dari sekolah sehingga tidak sempat terjadi aksi masa terhadap anak dan orangtuanya itu oleh murid lainnya.

“Soal dua versi berbeda antara pelaku dan korban, kita lihat saja nanti proses hukumnya,”ucap Azis.

Comments are closed.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369