Home / Kabar Terkini / Pemilik Warnet di Medan Diamankan Polisi Karena Mencetak Uang Palsu Rp 35 Juta
Pemilik Warnet di Medan Diamankan Polisi Karena Mencetak Uang Palsu Rp 35 Juta

Pemilik Warnet di Medan Diamankan Polisi Karena Mencetak Uang Palsu Rp 35 Juta

Kabar Terkini – Polisi menangkap seorang pria yang memiliki warnet di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Pria itu di tangkap lantaran cetak uang palsu Rp 35 juta. Saat ini, Rp 10 juta uang palsu yang dibuatnya itu sudah beredar di masyarakat.

“Tersangka berinisial R, warga Jalan Kenanga Raya, Kelurahan Setia Budi, Kecamatan Medan Selayang, Medan,” kata Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto pada wartawan di Mapolresta Medan, Kamis (9/6/2016) sore.

Mardiaz menyebutkan, R di tangkap dikediamannya pada Rabu (8/6) dinihari di kediamannya, Jl Kenanga Raya, Kelurahan Setia Budi, Kecamatan Medan Selayang. Penangkapan berawal waktu Polsek Patumbak, Polresta Medan memperoleh informasi dari masyarakat mengenai ada pemalsuan uang kertas rupiah.

Waktu menggeledah tempat tinggal tersangka, petugas mendapatkan barang bukti berbentuk uang palsu sebanyak 700 lembar pecahan uang Rp 50 ribu. Apabila dijumlahkan, uang palsu itu sejumlah Rp 35 juta.

“Terkecuali uang palsu, kita temukan seperangkat alat cetak uang palsu berbentuk CPU, layar monitor, printer, mouse, tinta printer, pisau cutter, jarum suntik, cat semprot serta beberapa ratus kertas HVS,” tutur Mardiaz.

Tersangka yang diringkus mengakui uang palsu itu diciptakan berdasar pada pesanan seseorang berinsial YG. Saat ini, YG masih tetap dalam pengejaran polisi. Di ketahui, harga jual uang palsu itu senilai Rp 5 juta seharga Rp 1 juta.

“Uang palsu ini telah mengedar di masyarakat sebanyak Rp 10 juta,” jelas Mardiaz.

Polisi mengimbau, masyarakat supaya tetaplah waspada berkaitan uang palsu. ” Masyarakat dimohon untuk waspada berkaitan uang palsu. Pasti kan masyarakat memerlukan biaya dalam hadapi lebaran nanti, ” pesan Kapolres.

Akibat tindakannya, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 37 ayat 1, 2, 3 Jo Pasal 27 ayat 1, 2, 3 subsider Pasal 36 ayat 1, 2, 3 Jo Pasal 26 ayat 1, 2, 3 dari Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dan Pasal 244 Subsider Pasal 245 dari KUHPidana.

“Ancaman hukumannya penjara seumur hidup,” tutup Mardiaz.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369