Home / Kabar Terkini / TNI Sudah Tak Tahan Ingin Menyerang Abu Sayyaf Tapi DItahan Filipina
TNI Sudah Tak Tahan Ingin Menyerang Abu Sayyaf Tapi DItahan Filipina

TNI Sudah Tak Tahan Ingin Menyerang Abu Sayyaf Tapi DItahan Filipina

Kabar Terkini – Hari Ini, Jumat 98/4), batas waktu permintaan uang tebusan dari kelompok separatis yang terdiri dari milisi Islami ini yang berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina.

Abu Sayyaf yaitu satu diantara kelompok separatis paling beresiko. Di ketahui sebagian anggotanya pernah belajar atau bekerja di Arab Saudi serta meningkatkan jalinan dengan mujahidin saat bertempur serta berlatih di Afganistan dan Pakistan, yang saat ini disebut kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Sekarang ini kelompok itu tengah menyandera Warga Negara Indonesia (WNI) yang berjumlah tujuh orang, dari pertama berjumlah 10 orang.

Kesepuluh sandera itu yaitu Peter B Tonson (kapten), Julian Philip, Mahmud, Suriansyah, Surianto, Wawan Saputra, Bayu Oktavianto, Reynaldi, Alvian Elvis Peti, dan Wendi Raknadian. Mereka telah disandera setidaknya dua hari sebelumnya 26 Maret. Kelompok itu meminta tebusan 50 juta peso atau setara Rp 15 miliar.

Dalam usaha pembebasan WNI, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno melakukan upaya perbincangan dengan negoisasi dengan negara Filipina. Bahkan juga dalam opsi ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) merekomendasikan supaya tersambung dialog, supaya semua WNI pulang dengan selamat

“Opsi dialog tetaplah dikerjakan, untuk menyelamatkan yang disandera,” kata Jokowi selesai melihat babak pertama final Bhayangkara di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/4).

Di dalam menjalin dialog dengan kelompok Abu Sayyaf, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebutkan, kalau tempat penyanderaan sudah dikepung oleh pasukan militer Filipina. Tetapi Ryamizard menyampaikan kalau sekarang ini Indonesia dilarang untuk masuk ke tempat itu.

“Operasi militer di tangan Filipina, kami tak bisa masuk. Iya lokasinya sudah dikepung oleh militer Filipina,” singkat Ryamizard selesai rapat di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (4/4).

Apa bila nanti dialog mengalami jalan buntu dan bangsa Indonesia terus diminta uang tebusan, Ryamizard menyatakan kalau Indonesia tidak akan keluarkan uang sekalipun. Tetapi, dirinya tetaplah mendepankan dialog bisa berlangsung dengan baik.

“Kelompok Abu Sayyaf itu bukanlah satu, dia bertebaran. Kelompok, kelompok dan kelompok. Lalu kelompok yang disana, kelompok yang kering, yang kurang makan, itu permasalahan perut lah kurang lebih demikian,” pokoknya yang pasti bukanlah uang negara, negara ini tak keluarkan uang. Tidak ingin,” tutur Ryamizard di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (7/4).

Ryamizard beralasan tidak mau keluarkan uang tebusan dikarenakan Indonesia tidak ingin dikira sebagai bangsa yang lemah karena diperas kelompok Abu Sayyaf. Namun sekarang ini pemerintah lebih pilih membebaskan 10 WNI yang disandera itu lewat jalur militer.

Kata Ryamizard, pemerintah Filipina telah mempersiapkan pasukannya tiga batalyon untuk membantu membebaskan WNI yang tersisa. Bahkan juga Indonesia juga sudah siap apa apabila Filipina meminta pertolongan.

“Bukan siap lagi, tapi jauh lebih dari siap. Tpi kan, ada aturan kalau kita mau masuk wilayah itu (Filipina),” pungkasnya.

Comments are closed.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369